Virus Flame ‘Bunuh Diri’ untuk Hapus Jejak


Virus Flame ‘Bunuh Diri’ untuk Hapus Jejak

Pembuat virus komputer Flame mengirimkan kode untuk menghapus virus tersebut ke komputer yang terinfeksi. Namun identitas si pembuat virus itu sendiri hingga saat ini masih belum diketahui.

Seperti diketahui, Flame menimbulkan kehebohan dunia keamanan cyber akhir bulan lalu. Virus ini dikategorikan sangat canggih dan berbahaya karena bisa mencuri informasi spesifik dari komputer yang diinfeksinya.

Lebih dari 600 komputer dilaporkan terinfeksi Flame. Lebih mengerikan lagi, virus ini diketahui menyasar jaringan komputer yang mengendalikan sektor penting di negara-negara Timur Tengah, Afrika Utara, terutama Iran.

Sektor minyak Iran dilaporkan diserang virus ini. Tim penanganan serangan cyber nasional Iran menyebutkan, virus Flame memang sengaja diciptakan untuk fokus bekerja melakukan pengintaian.

Dikutip dari TechRadar, Senin (11/6/2012), analis di Symantec menemukan virus kompleks tersebut menggunakan mesin ‘honeypot’ dan memperhitungkan ‘suicide code’ yang mereka kirimkan akan menghapus semua jejak keberadaan Flame pada komputer yang terinfeksi.

“Si pembuat virus berupaya menutupi jejak dengan berbagai cara yang mereka bisa,” kata juru bicara Symantec Vikram Thakur.

“Yang menarik adalah mereka bersedia mengambil risiko terkoneksi ke server yang bisa diawasi,” tambahnya.

Sumber : Detikinet

Sektor Minyak Iran Diserang Virus Flame


Sektor Minyak Iran Diserang Virus Flame

Iran lagi-lagi harus berhadapan dengan serangan cyber. Pejabat senior Iran mengklaim jaringan komputer yang menangani sektor minyak Iran diserang salah satu virus komputer paling perkasa saat ini, Flame.

Virus ini seperti dilansir Bloomberg, Kamis (31/5/2012), punya kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya, yakni ‘menyambar’ setiap data yang ada dan ‘menguping’ di komputer si pengguna.

“Para ahli di Iran saat ini telah memproduksi semacam anti virus yang bisa mengidentifikasi dan membersihkan Flame dari komputer,” kata Ali Hakim Javadi, Deputi Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi Iran.

Tim penanganan serangan cyber nasional Iran menyebutkan, virus Flame memang sengaja diciptakan untuk fokus bekerja melakukan pengintaian. Namun hingga kini belum diketahui siapa yang membuat virus tersebut.

Iran adalah salah satu negara yang menjadi sasaran empuk serangan cyber. Negeri yang dipimpin Mahmoud Ahmadinejad ini beberapa kali dihadapkan pada serangan virus komputer. Tidak tanggung-tanggung, yang diserang adalah jaringan vital seperti sektor minyak dan nuklir.

Virus komputer perkasa lain yang tercatat pernah menyerang Iran antara lain Stuxnet dan Duqu. Hampir sama seperti Flame, kedua virus komputer ini dirancang untuk mengumpulkan informasi intelijen.

Sumber : Detikinet