Microsoft Rilis Tablet Lebih Kecil dari iPad


Microsoft Rilis Tablet Lebih Kecil dari iPad

Bukan rahasia lagi bila dalam waktu dekat Microsoft akan mengumumkan kehadiran Windows 8 yang bisa dibenamkan di tablet. Namun apa jadinya, bila Microsoft dikabarkan turut membuat tablet sendiri.
Kabar mengenai keinginan Microsoft untuk membuat pesaing iPad itu santer terdengar seiring dengan rencana sang raksasa software mengadakan suatu acara untuk mengumumkan sesuatu yang besar pada 18 Juni 2012 ini, di Los Angeles, Amerika Serikat.

Situs teknologi The Verge yang detikINET kutip, Jumat (16/6/2012), memastikan acara tersebut adalah peluncuran tablet, setelah mendapatkan kepastian dari orang dalam di perusahaan tersebut.

Sementara kabar angin menyeruak, spekulasi lain menambahkan kalau tablet Microsoft ini tidak hadir dengan ukuran seperti iPad, namun lebih kecil lagi. Ada kemungkinan akan seperti Kindle Fire, yang berukuran 7 inch.

Mungkin juga dalam memuluskan langkahnya membuat tablet, Nokia akan digandeng sebagai produsenhardware. Seperti diketahui antara Nokia dan Microsoft tengah mesra-mesranya menjalani hubungan bisnis.

Sistem operasi yang digunakan sudah pasti Windows 8, yang memang dapat dioptimalkan untuk layar sentuh. Tentu saja tablet yang berjalan di Windows bukan hal yang baru. Akan tetapi bila tabletnya dibuat langsung oleh Microsoft, tentu saja menarik untuk dinanti.

Sumber : Detikinet 

17 Aplikasi Berbahaya di Android


17 Aplikasi Berbahaya di Android

Android memang sudah begitu populer, namun hal ini juga berdampak pada serbuan aplikasi jahat yang semakin deras. Seperti 17 aplikasi mobile berbahaya ini yang disinyalir masih berkeliaran bebas di Google Play.
Perusahaan keamanan Trend Micro menyatakan bahwa Google Play memang pernah melakukan aksi bersih-bersih untuk menyapu sejumlah aplikasi berbahaya. Namun hal itu tidak serta-merta menuntaskan ancaman yang ada.

“Aplikasi yang lebih berbahaya masih terlihat di market place resmi dan merugikan pengguna,” tukas Trend Micro dalam keterangannya yang diterima detikINET, Selasa (15/5/2012).

“Secara keseluruhan, kami telah menemukan 17 aplikasi mobile berbahaya yang masih bebas didownload dari Google Play. Dimana 10 aplikasi yang menggunakan AirPush berpotensi menghadirkan iklan yang mengganggu dan terlihat menonjol bagi pengguna, serta 6 aplikasi yang berisi kode malware Plankton,” lanjutnya.

Berikut 17 aplikasi berbahaya yang dimaksud Trend Micro.


Di antaranya, satu aplikasi yang secara eksplisit menggambarkan dirinya sebagai aplikasi mata-mata. Ancaman ini dikenal dengan nama ANDROIDOS_PDASPY.A. Sistem kerjanya meliputi lokasi pelacakan ponsel, panggilan telepon, dan pesan.

Sebagian besar aplikasi yang ada di atas telah didownload ribuan kali. Aplikasi PDASpy misalnya telah didownload lebih dari 100.000 kali.

Pengguna yang tidak mengaktifkan aplikasi mobile security pun dapat terganggu dengan adanya iklan (AirPush) atau aplikasi (Plankton) yang berbahaya karena terkoneksi dengan C&Cs.

“Kami menemukan aplikasi ini sebagai bagian dari upaya Mobile App Reputation (MAR). Kami terus memantau keduanya, baik aplikasi resmi maupun dari pihak ketiga. Untuk kedua aplikasi terbaru yang diupload dan aplikasi populer untuk kemudian diperiksa,” pungkas Trend Micro.

Pakai Open Source Bikin Kita Lebih Pintar


Pakai Open Source Bikin Kita Lebih Pintar

Menggunakan aplikasi open source menjanjikan begitu banyak keuntungan ketimbang software berbayar. Salah satunya membuat penggunanya lebih cermat dan lebih memahami tentang cara kerja aplikasi.
Demikian kata Made Wiryana, salah satu penggiat open source. Menurutnya, di Indonesia saat ini mayoritas pengguna masih sangat tergantung aplikasi proprietary, software dengan kode tertutup yang hanya diketahui sang pembuatnya.

Kondisi seperti ini diklaim Made sangat memprihatinkan, dan sebisa mungkin dihindari. Sebab dengan menggunakan aplikasi open source, ketergantungan seperti itu katanya tidak hanya hilang, tapi juga membuat para penggunanya semakin cermat dan pintar.

“Kalau pakai open source kan kita bisa melihat bagaimana software ini berkerja, karena memang semuanya terbuka. Coba kalau proprietary, apanya yang mau dilihat, orang semuanya serba tertutup,” jelas Made kepada detikINET.

Pengguna yang sudah terbiasa memakai aplikasi open source juga diklaim akan lebih beradaptasi dengan aplikasi baru, berbeda dengan mereka yang sering memakai sistem operasi berbayar.

“Saya yakin, Anda yang biasa pakai Linux pasti sangat mudah sekali terbiasa dengan aplikasi lain. Tapi kalau yang biasa pakai Windows, pasti langsung bingung saat menggunakan Linux,” tambah Wade.

Selain membuat penggunanya semakin pintar, keuntungan lain menggunakan open source adalah biaya yang lebih rendah. Hal ini akan sangat bermanfaat sekali bagi perusahan atau untuk instansi pemerintah yang masih banyak bergantung dengan aplikasi proprietary.

“Jadi daripada keluar duit untuk bayar lisensi, akan lebih baik jika dana tersebut dipakai untuk buat aplikasi open source. Kan ini bisa jauh lebih murah dan kita memegang source code-nya juga,” pungkas Made seusai peluncuran Ubuntu 12.04 LTS akhir pekan ini.

Sumber : Detikinet

Teknologi Open Source 5 Tahun Lebih Canggih


Teknologi Open Source 5 Tahun Lebih Canggih

Dibandingkan software berbayar, open source diklaim jauh lebih maju. Bahkan masalah teknologi dan fitur, aplikasi jenis ini diklaim lima tahun di depan lebih canggih dibandingkan dengan software atau sistem operasi berbayar.
“Itu teknologi cloud commputing yang sekarang ini sedang ramai-ramainya, sudah ada di open source enam tahun lalu,” kata Made Wiryana, salah satu penggiat open source kepada detikINET di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Lebih lanjut Made mencontohkan berbagai keunggulan open source yang saat ini tidak dimiliki sistem operasi mana pun. Dan bisa jadi, fitur ini bisa digunakan oleh software proprietary dalam lima tahun ke depan.

“Banyak sekali teknologi yang tidak ada di software proprietary, misalnya saja ambient technology. Sebuah teknologi yang disesuaikan dengan sekelilingnya, kemudian ada Endemic Information System, yang bisa menyebarkan informasi secara cepat. Pokoknya banyak sekali deh,” jelas Made.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri jika software berbayar biasanya lebih mudah digunakan. Aplikasi jenis ini pun bisa dikatakan lebih stabil dengan versi open source.

“Ya memang, biasa produsen software proprietary memakai apa yang ada di open source kemudian mereka kemas biar lebih cantik,” pungkas Made, yang juga berprofesi sebagai pengajar di Universitas Gunadarma.

Sumber : Detikinet

Ponsel Windows Termurah Nokia Hadir di Indonesia


Ponsel Windows Termurah Nokia Hadir di Indonesia

Nokia mengumumkan Lumia 610 telah tersedia di pasar Indonesia. Windows Phone Nokia yang paling terjangkau ini terutama ditujukan pada kalangan muda dengan penampilan cukup menarik.
Nokia Lumia 610 akan tersedia dalam warna hitam, cyan, magenta dan putih. Handset ini mengikuti seri lainnya yang sudah hadir di pasaran, Lumia 800 dan Lumia 710.

“Nokia Lumia 610 akan memperkenalkan Windows Phone pada generasi baru pengguna smartphone dengan sesuatu yang sangat berbeda dari smartphone yang telah ada sekarang ini,” ucap Martin Chirotarrab, President Director, Nokia Indonesia dalam keterangan yang diterima detikINET.

Nokia Lumia 610 adalah seri Lumia pertama dengan Windows Phone 7.5. Smartphone ini memiliki kemampuan baru seperti dukungan Bahasa Indonesia, berbagi koneksi Wifi (WiFi Tethering) dan kemudahan mengubah profile jadi mode silent dengan membalikkan smartphone (flip-to-silence).

Nokia Lumia 610 menyediakan akses mudah ke jejaring sosial dan menggabungkan kontak mobile, email, Facebook dan Twitter di PeopleHub.
Terdapat layanan seperti Nokia Maps, Nokia Drive dan Nokia Music. Tersedia pula pilihan aplikasi di Windows Phone Marketplace.

Nokia Lumia 610 juga punya aplikasi Microsoft Office built-in. Aplikasi ini termasuk Word mobile, PowerPoint mobile, Excel mobile untuk mengelola dokumen, dan OneNote mobile. Dengan SkyDrive, file dokumen serta catatan dapat disinkronisasi, diakses dan diedit dari PC maupun telepon.

Nokia Lumia 610 akan tersedia di Nokia Lumia Stores dengan perkiraan harga retail Rp 2.250.000. Paket bundling khusus dengan Telkomsel Simpati – Free Unlimited Internet selama 3 bulan – akan tersedia untuk setiap pembelian, termasuk juga hadiah BH-111 di toko-toko tertentu.

Sumber : Detikinet

Menanti Tablet Windows 8 yang Greget


Menanti Tablet Windows 8 yang Greget

iPad dan perangkat Android bisa dibilang sebagai dua pemain utama di industri tablet PC saat ini. Ingin rasanya melihat persaingan tak hanya didominasi kedua poros tersebut, diramaikan juga dengan tablet Windows 8 misalnya.
Ya, Microsoft pada akhir tahun 2012 memang dijadwalkan bakal merilis sistem operasi Windows 8. OS ini tidak hanya ditujukan untuk PC, namun juga sudah dipersiapkan untuk tablet PC, sebagai gadget yang tengah booming.

Pantas rasanya, user menanti-nanti akan seperti apa kemampuan tablet PC Windows 8 nantinya. Sontak harapan tinggi dimunculkan, terlebih OS tersebut merupakan hasil kreasi Microsoft, sang vendor software raksasa.

Selain itu, sejumlah vendor PC pun sudah dari jauh-jauh menyatakan dukungannya kepada Windows 8. Beberapa di antaranya adalah Lenovo, Dell dan Hewlett-Packard (HP).

Nah, nama terakhir bisa dibilang sebagai salah satu vendor PC yang penasaran dengan peruntungannya di industri tablet PC.

Seperti diketahui, HP sebelumnya telah menuai hasil kurang memuaskan — jika tak ingin disebut gagal — dengan tablet WebOS.

Namun hal itu ternyata tak membuat mereka kapok, produk tablet lain pun telah mereka persiapkan dimana OS yang diusung adalah Windows 8.

Dominic McCarthy, Vice President & General Manager Consumer Premium HP menegaskan jika vendor asal Amerika Serikat itu akan kembali bertarung di pasar tablet PC yang saat ini sudah kian sesak.

“Kami akan menggunakan Windows 8,” ujarnya dalam acara HP Global Influencer Summit di Shanghai, China.

McCarthy memang tidak menyebut kapan tanggal peluncuran tablet PC Windows 8 tersebut. Namun ia terlihat optimistis jika perangkat layar sentuh mobile HP ini nantinya bakal lebih greget.

“HP dan Microsoft memiliki hubungan partnership yang erat. Dan kami telah seringkali berkomunikasi untuk membicarakan soal Windows 8,” lanjutnya.

HP mengakui pasar tablet PC memang masih seksi. Namun mereka membuat produk tablet bukan serta merta untuk jualan. Tetapi diklaim juga dengan mempertimbangkan dari sisi ekosistem produk HP itu sendiri.

“Kami seringkali disebut sebagai perusahaan portofolio. Karena kami memiliki semua lini produk di dunia IT, mulai dari end user hingga korporat,” imbuh McCarthy.

Pun demikian, ia memastikan bahwa HP tak menutup pintu untuk Android. “Bisa saja kami membuat tablet Android jika pasar memang menginginkannya,” pungkasnya.

Selain HP, nama lain yang juga santer diberitakan tengah mempersiapkan tablet PC Windows 8 pertama adalah Lenovo.

Sumber yang dekat dengan manufaktur asal Taiwan itu mengatakan, tablet Windows 8 milik Lenovo tersebut itu malah akan segera dikapalkan pada Oktober dengan prosesor milik Intel.

Beberapa perkiraan merujuk pada satu nama yakni, Yoga Ideapad. Lenovo memamerkan Yoga Ideapad di CES awal tahun 2012 ini, dan itu mendapat banyak perhatian karena faktor bentuk yang tidak biasa.

Michael Dell, bos Dell Computer juga mengatakan secara terbuka bahwa pihaknya siap menawarkan tablet ketika Windows 8 resmi diluncurkan. Vendor lain yang juga disebut-sebut tertarik membuat tablet Windows 8 adalah Asus.

Ya, kita tunggu saja hasil kreasi para vendor PC raksasa ini. Apakah mereka mampu menciptakan tablet PC yang greget, dan bukan cuma jadi ‘perangkat penggembira’ di pasar?

Berani Bikin Smartphone, Hewlett-Packard


Berani Bikin Smartphone, Hewlett-Packard

Hewlett-Packard (HP) boleh saja mengklaim menjadi ‘raja’ di industri IT. Namun masih ada satu industri yang belum bisa mereka taklukkan, yakni industri ponsel. Berani terjun HP?
Ketertarikan vendor PC untuk ikut terjun ke pasar ponsel memang sudah dilakukan para pesaing HP. Mulai dari Lenovo, Dell, hingga Acer. Jangan lupakan pula Apple, vendor PC yang begitu populer dengan handset iPhone.

Memang, tak semuanya yang berujung kesuksesan. Namun dari beberapa contoh tersebut tentu bisa diambil benang merah jika pasar ponsel sejatinya masih seksi dan terbuka untuk menerima pemain baru.

Tinggal pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apa vendor tersebut berani menjajal peruntungannya? Nah, hal inilah sepertinya yang masih mengganjal di HP.

Ketika disinggung soal apakah memungkinkan jika vendor asal Amerika Serikat tersebut ikut meramaikan pasar perangkat genggam, sejumlah eksekutif HP menolak berkomentar.

“Kami belum ada informasi seputar itu (ponsel-red.),” singkat Kevin Frost, Vice President & General Manager Comercial Managed IT System HP.

Setali tiga uang dengan koleganya, Todd Bradley, Executive Vice President HP, juga memberi komentar yang kurang lebih sama datarnya.

“Saat ini kami sedang membahas soal PC kategori thin and light. Jadi tidak bisa berkomentar soal itu,” tukas Bradley, ketika ditanya seorang wartawan di sesi tanya jawab HP Global Influencer Summit di Shanghai, China.

CEO HP Meg Whitman sendiri menegaskan bahwa HP ibarat perusahaan portofolio. Hal ini untuk menggambarkan betapa lengkapnya lini produk dan solusi yang ditawarkan perusahaan tersebut di industri IT.

“Kami sekarang merupakan perusahaan IT terbesar di dunia. HP memiliki portofolio produk yang lengkap, muai dari software,

hardware, services, hingga solution. Mulai dari consumer hingga enterprise,” ujarnya, di kesempatan yang sama.

Bahkan, HP bisa dibilang perusahaan yang tak kapok. Hal ini dibuktikan dengan kesiapan mereka untuk membuat kembali produk tablet PC.

Padahal sebelumnya, mereka telah gagal dengan tablet WebOS. Memang, perangkat baru yang tengah digodok tersebut mengusung OS berbeda, yakni Windows 8.

Dominic McCarthy, Vice President & General Manager Consumer Premium HP mengungkap jika HP sangat begitu memperhatikan sisi ekosistem. Sehingga mereka terus berjuang untuk eksis di segala model perangkat, termasuk di tablet PC dimana mereka pernah gagal.

“Kami seringkali disebut sebagai perusahaan portofolio. Karena kami memiliki semua lini produk di dunia IT,” pungkas McCarthy.

Usia 19 Tahun Berhenti Kuliah Terus Jadi CEO


Usia 19 Tahun Berhenti Kuliah Terus Jadi CEO

Pemuda berusia 19 tahun ini percaya dia bisa belajar hanya dengan bekerja. Sahil Lavingia berhenti kuliah hanya setelah menjalani satu semester. Alasannya, dia bisa menghemat waktu 3,5 tahun dalam hidupnya. Sahil pun bekerja untuk mewujudkan impiannya.
Perusahaan yang menaunginya itu Pinterest, media sosial yang meraih 104 juta kunjungan pada Maret berdasarkan data Experian Hitwise. Pinterest menjadi jejaring sosial nomer tiga di dunia.

Lavingia pergi sebelum nama Pinterest terangkat. Dia tidak menyesal. Cita-citanya, menjadi CEO. Satu-satunya cara meraih itu dengan memulai usahanya sendiri.

“Saya sangat senang. Membangun perusahaan lebih baik daripada bekerja untuk orang lain,” ujar Lavingia seperti dilansir dari Mashable.com.

Pemuda ini memulai perusahaan baru bernama Gumroad. Startup ini bertujuan untuk mengatur pembayaran online bagi layanan penjualan produk kepada follower Twitter. Gumroad membuka langkah distribusi via jejaring sosial.

Gumroad dapat menghubungkan calon pembeli dan penjual melalui jaringan media sosial. Setelah Anda mendaftar ke Gumroad, Anda bisa menjual produk ke follower Twitter atau teman Facebook melalui link Gumroad. Pemimpin Turntable.fm, Seth Goldstein, menyebut layanan ini “PayPal untuk web sosial”.

Ini bukan ide baru. Anda bisa melakukan hal yang sama  menggunakan eBay. Tapi, Gumroad mengaku layanannya lebih cepat, simpel, dan murah.

Perusahaan ini mengambil bagian 5 persen dari hasil penjualan ditambah US$0,25. Lebih murah dibanding eBay yang meminta jatah 9 persen ditambah biaya pemuatan dalam kisaran US$0,10 hingga US$2. Potongan 5 persen ini termasuk lebih murah dibanding bagi hasil Amazon 50 persen dan iTunes 30 persen.

Investor yakin dengan Lavingia. SV Angel, Accel Partners, dan Lowercase Capital memandikan Gumroad dengan dana US$1,1 juta tahun lalu. Perusahaan ini mendapat suntikan dana lagi sebesar US$7 juta dari mantan petinggi Twitter dan mitra Kleiner Perkins Caufield & Byers, Mike Abbott.

Lavingia memulai menulis kode aplikasi sejak empat tahun lalu, saat berusia 15 tahun. “Saya mulai merancang lima atau enam tahun lalu, tapi saya bosan membuat gambar yang bagus,” ujar Lavingia.

Pemuda ini jatuh cinta pada iOS. Goldstein pun merekrut Lavingia untuk membuat aplikasi iPhone bagi perusahaannya.

“Dia pembuat kode yang baik, bijak, dan strategis. Saya berusaha mempekerjakannya, tapi dia mau membuat perusahaannya sendiri,” kenang Goldstein.

Kini CEO muda ini mengikuti langkah Mark Zuckerberg. Pemimpin Facebook itu mendekati pemodal agar berinvestasi saat dia berumur 20 tahun. David Karp juga meluncurkan Tumblr saat berusia 20 tahun. Brian Wong memulai pada usia yang sama dengan Lavingia saat memulai Kiip pada umur 19 tahun.

Pada usia muda, Lavingia telah menantang dirinya untuk mengelola perusahaannya sendiri. “Saya ingin melihat apakah saya mampu melakukannya. Ini menjadi cara yang baik untuk mengetahuinya,” cetus Lavingia.

Nokia Tarik Pernyataan Bosnya Soal Tablet Windows 8


Nokia Tarik Pernyataan Bosnya Soal Tablet Windows 8

Pernyataan bos Nokia tentang rencana bisnis tablet nampaknya di luar skenario awal perusahaan. Tak mau menimbulkan spekulasi, tim humas dari Nokia pun buru-buru mengklarifikasi, meski tak membantah sepenuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Chairman Nokia Jorma Ollila, dalam sebuah wawancara mengatakan perusahaannya akan meluncurkan sederet tablet berbasis Windows 8 dan perangkat mobile ‘hybrid’ dalam waktu dekat.

“Tablet adalah sesuatu yang penting, dan akan ada beberapa form factor (desain) di masa depan,” kata Ollila tanpa menyebutkan tanggal pastinya.

Namun entah mengapa, juru bicara Nokia, Keith Nowak, bereaksi mendengar laporan ini dan mengatakan komentar bosnya tersebut telah disalahartikan. Nokia juga tak mau pembicaraan publik mengenai tablet ini terus berlanjut.

“Seperti yang sudah kami katakan, kami masih terus memantau. Namun belum akan mengumumkan produk tersebut,” kata Keith seperti dikutip detikINET dari eWeek, Senin (7/5/2012).

Sontak saja, sikap Nokia pun membuat publik bertanya-tanya. Dalam waktu yang tidak terpaut jauh, perusahaan asal Finlandia itu langsung menarik pernyataan dari orang nomor satunya sendiri.

Nokia tampaknya tak ingin publik menganggap pernyataan bosnya yang terlanjur keceplosan diartikan sebagai pengumuman resmi perusahaan. Alhasil, spekulasi baru pun muncul. Timbul dugaan, Nokia memang belum siap terjun ke pasar tablet yang masih dirajai iPad keluaran Apple.

Sumber : Detikinet

Samsung Pamerkan Ponsel Windows LTE Terbaru


Samsung Pamerkan Ponsel Windows LTE Terbaru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di pasar smartphone, Samsung kini memang lebih dikenal dengan deretan smartphone Android. Tak mengabaikan platform lain, perusahaan asal Korea Selatan ini memperkenalkan Focus 2, smartphone Windows ketiganya yang memiliki kemampuan LTE.
“Samsung adalah pemimpin yang tak tertandingi dalam menawarkan smartphone berbagai platform. Focus 2 adalah contoh kuat komitmen berkelanjutan kami dalam menggarap Windows Phone,” kata President Samsung Mobile Dale Sohn.

“Seperti ponsel Windows LTE pertama kami, Focus 2 juga menjadi perangkat yang mengandalkan kecepatan dan multifungsi untuk produktivitas, hiburan dan jejaring sosial,” sesumbarnya.

Dilansir Mashable, Selasa (8/5/2012), Focus 2 mengikuti jejak pendahulunya, Focus, Focus Flash dan Focus S. Handset ini mengusung layar Super AMOLED 4 inch dan kamera 5 megapixel yang bisa merekam video HD 720p. Focus 2 juga mmeiliki kamera depan untuk melakukan video chatting.

Bekerjasama dengan AT&T, Samsung berupaya memperluas portfolio produk Windows Phone berkemampuan LTE. Dikatakan Senior VP Devices, AT&T Mobility Jeff Bradley, di pasar Amerika Serikat, ini akan menjadi satu-satunya ponsel LTE yang menggunakan platform Windows Phone.

“Focus 2 menyajikan ponsel Windows dengan interface menarik dan didukung jaringan LTE AT&T untuk pengalaman tak terkalahkan,” ujarnya berpromosi.

Sumber : Detikinet