Misi Hari Museum Internasional 2012 : Cintai Museum dan Benahi Pengelolaan


Misi Hari Museum Internasional 2012 : Cintai Museum dan Benahi Pengelolaan

Peringatan hari museum internasional yang jatuh pada tanggal 18 Mei setiap tahunnya dinilai menjadi momentum pas untuk membangkitkan kembali kecintaan terhadap museum. Selama ini, museum hanya dipandang benda mati yang tidak memiliki arti sama sekali.

Hal ini ditegaskan oleh Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Yogyakarta, Jhohannes Marbun, di sela-sela aksi peringatan hari museum internasional di Yogyakarta, Minggu (20/5). Ia mengatakan bahwa museum adalah bagian penting dari proses kehidupan manusia dalam menyelamatkan ilmu pengetahuan. Museum pun memberikan tawaran kepada publik untuk bisa mengakses pengetahuan.

“Sayangnya, publik belum maksimal menggunakan akses museum ini. Museum masih dipandang sebagai institusi yang tidak bergengsi,” papar Jhohannes.

Persoalan yang masih ada selama ini adalah pengelolaan museum. Museum seharusnya dikelola oleh tenaga ahli dan profesional yang paham dengan benda cagar budaya. Namun yang terjadi, belum banyak tenaga profesional yang berkecimpung dalam pengelolaan museum.

Masalah lain soal museum adalah tentang peraturan pemerintah. Selama ini, hanya ada satu pasal yang mengatur tentang museum. Padahal, peraturan ini menjadi penting untuk keberadaan museum sendiri. “Seperti yang terjadi di Yogyakarta yakni kasus pencurian emas di Museum Sonobudoyo. Selama setahun lebih, kasus ini belum bisa diusut tuntas. Seharusnya, peraturan museum lebih tegas dan memiliki banyak turunan,” tambah Jhonannes.

Pengelola museum, kata Jhohannes lagi, perlu mencari cara yang kreatif untuk menarik pengunjung. Bisa dilakukan dengan mengakses potensi dari luar untuk menambah koleksi.

Koordinator Aksi Peringatan Museum Internasional Ima Achyar tak menampik bila pengelolaan museum di Indonesia khususnya di Yogyakarta belum maksimal. Pengelolaan ini akhirnya berdampak pada minat untuk mengunjungi museum. “Museum adalah ensiklopedi masa lalu yang berisi artefak-artefak. Museum seharusnya menjadi tempat bagi kita semua untuk menimba pengetahuan,” katanya.

Dalam perayaan Hari Museum Internasional ini yang bertema “Museum Dalam Dunia Yang Berubah”, ia berharap semua pihak lebih peka terhadap keberadaan museum.

National Geographic Indonesia

Sumber : National Geographic Indonesia

Teknologi Open Source 5 Tahun Lebih Canggih


Teknologi Open Source 5 Tahun Lebih Canggih

Dibandingkan software berbayar, open source diklaim jauh lebih maju. Bahkan masalah teknologi dan fitur, aplikasi jenis ini diklaim lima tahun di depan lebih canggih dibandingkan dengan software atau sistem operasi berbayar.
“Itu teknologi cloud commputing yang sekarang ini sedang ramai-ramainya, sudah ada di open source enam tahun lalu,” kata Made Wiryana, salah satu penggiat open source kepada detikINET di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Lebih lanjut Made mencontohkan berbagai keunggulan open source yang saat ini tidak dimiliki sistem operasi mana pun. Dan bisa jadi, fitur ini bisa digunakan oleh software proprietary dalam lima tahun ke depan.

“Banyak sekali teknologi yang tidak ada di software proprietary, misalnya saja ambient technology. Sebuah teknologi yang disesuaikan dengan sekelilingnya, kemudian ada Endemic Information System, yang bisa menyebarkan informasi secara cepat. Pokoknya banyak sekali deh,” jelas Made.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri jika software berbayar biasanya lebih mudah digunakan. Aplikasi jenis ini pun bisa dikatakan lebih stabil dengan versi open source.

“Ya memang, biasa produsen software proprietary memakai apa yang ada di open source kemudian mereka kemas biar lebih cantik,” pungkas Made, yang juga berprofesi sebagai pengajar di Universitas Gunadarma.

Sumber : Detikinet

Ponsel Windows Termurah Nokia Hadir di Indonesia


Ponsel Windows Termurah Nokia Hadir di Indonesia

Nokia mengumumkan Lumia 610 telah tersedia di pasar Indonesia. Windows Phone Nokia yang paling terjangkau ini terutama ditujukan pada kalangan muda dengan penampilan cukup menarik.
Nokia Lumia 610 akan tersedia dalam warna hitam, cyan, magenta dan putih. Handset ini mengikuti seri lainnya yang sudah hadir di pasaran, Lumia 800 dan Lumia 710.

“Nokia Lumia 610 akan memperkenalkan Windows Phone pada generasi baru pengguna smartphone dengan sesuatu yang sangat berbeda dari smartphone yang telah ada sekarang ini,” ucap Martin Chirotarrab, President Director, Nokia Indonesia dalam keterangan yang diterima detikINET.

Nokia Lumia 610 adalah seri Lumia pertama dengan Windows Phone 7.5. Smartphone ini memiliki kemampuan baru seperti dukungan Bahasa Indonesia, berbagi koneksi Wifi (WiFi Tethering) dan kemudahan mengubah profile jadi mode silent dengan membalikkan smartphone (flip-to-silence).

Nokia Lumia 610 menyediakan akses mudah ke jejaring sosial dan menggabungkan kontak mobile, email, Facebook dan Twitter di PeopleHub.
Terdapat layanan seperti Nokia Maps, Nokia Drive dan Nokia Music. Tersedia pula pilihan aplikasi di Windows Phone Marketplace.

Nokia Lumia 610 juga punya aplikasi Microsoft Office built-in. Aplikasi ini termasuk Word mobile, PowerPoint mobile, Excel mobile untuk mengelola dokumen, dan OneNote mobile. Dengan SkyDrive, file dokumen serta catatan dapat disinkronisasi, diakses dan diedit dari PC maupun telepon.

Nokia Lumia 610 akan tersedia di Nokia Lumia Stores dengan perkiraan harga retail Rp 2.250.000. Paket bundling khusus dengan Telkomsel Simpati – Free Unlimited Internet selama 3 bulan – akan tersedia untuk setiap pembelian, termasuk juga hadiah BH-111 di toko-toko tertentu.

Sumber : Detikinet

Peneliti: Evolusi Manusia Belum Selesai


Peneliti: Evolusi Manusia Belum Selesai

Evolusi terjadi sebagai reaksi menanggapi dorongan dari lingkungan luar yang menekan setiap individu tanpa terkecuali, untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, sejumlah ilmuwan meyakini hingga kini manusia masih terus berevolusi. Studi mengenai kelanjutan evolusi manusia ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science secara online, Senin (30/4).

Para ilmuwan meneliti data 6.000 penduduk Finlandia yang lahir antara tahun 1760 hingga 1849. Mereka menganalisis dan membandingkan informasi kelahiran, kematian, pernikahan, dan status ekonomi orang-orang tersebut. Data tersebut dapat mudah diperoleh karena subjek genealogi (penyelidikan dalam genetika terhadap keturunan nenek moyang dari individu) sangat populer di Finlandia.

“Mempelajari evolusi butuh sampel data perseorangan yang besar, yang mencakup seluruh kehidupannya,” ungkap salah satu peneliti dari University of Sheffield, Inggris, Virpi Lummaa.

Dari penelitian tersebut ilmuwan menyelidiki hubungan antara pertanian dengan empat aspek penting kehidupan masyarakat: kemampuan bertahan hidup hingga mencapai kedewasaan, kemampuan menemukan pasangan hidup, perkawinan, dan kesuburan masing-masing pasangan. “Kami menemukan fakta bahwa spesies kita masih terus berevolusi, selayaknya semua spesies lain di Bumi yang ada di dalam liar,” lanjut Lummaa.

Menariknya adalah ditemukan tingkat kemampuan bertahan hidup (survival) dan tingkat kesuburan (fertility) berada pada tingkat yang sama antara orang yang sejahtera dan orang yang tergolong miskin.

Alexandre Courtiol, peneliti yang ialah ahli biologi evolusioner Institute for Advance Study di Berlin, menambahkan, “Banyak yang mengira faktor kesejahteraan bagaimana pun mungkin bisa ‘melindungi’ kita dari ancaman lingkungan. Tapi terbukti orang yang yang kaya dan miskin sama-sama memiliki kesempatan bertahan hidup,” ujarnya.

Sumber: Live Science

Teknopolis, Gedung Berbasis Iptek Dibangun di Indonesia


Teknopolis, Gedung Berbasis Iptek Dibangun di Indonesia

Untuk menumbuhkembangkan wirausaha dan usaha berbasis teknologi, inkubasi teknologi menjadi salah satu strategi penting. Strategi ini bisa menjadi alat untuk mengakselerasi tingkat adopsi inovasi teknologi melalui mekanisme alih teknologi secara korporat. Khususnya untuk produk-produk hasil penelitian.

Strategi ini dijalankan Indonesia melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan membangun Gedung Inkubator Tekhnologi di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat. Pembangunannya dimulai Jumat pagi (11/5) dengan peletakan batu pertama secara simbolis.

Teknopolis atau technology park, sebutan gedung ini, telah didirikan di beberapa negara. Selain sebagai gedung berbasis tekhologi, Teknopolis juga jadi jembatan interaksi antara institusi penelitian dan akademisi dengan pihak industri.

Menurut Kepala LIPI Lukman Hakim, strategi penting dalam meningkatkan daya saing nasional adalah dengan memperpendek kesenjangan interaksi antara institusi penelitian dengan pihak industri. Namun, hal ini mengalami kendala dalam hal proses alih teknologi dari institusi sebagai pusat keilmuan kepada pengguna akhir.

Untuk mengatasinya, kata Deputi Jasa Ilmiah LIPI Fatimah Padmadinata, diperlukan sistem ketatalaksanaan yang tepat antara sumber iptek dan pengguna menurut format efektif dalam berkomunikasi. “Science and Technology Park merupakan salah satu jawaban untuk mengurangi permasalahan ini,” kata Fatimah.

Dalam Teknopolis ideal, terdapat inkubator teknologi dan harus memberikan asistensi untuk menghindari tiga kendala utama. Yakni dana inkubasi, riset, dan informasi untuk membentuk sebuah idustri skala kecil berbasis teknologi.

National Geographic Indonesia

Sumber :  National Geographic Indonesia

‘Touche’ Membuat Benda Berpikir dengan Sentuhan


Membuat Benda Berpikir dengan Sentuhan

Sejumlah aplikasi berbasis sentuhan berpotensi dikembangkan dengan teknologi sensing baru bernama ‘Touche’. Teknologi yang dikembangkan Disney Research dan Carniegie Mellon University ini merupakan sebuah bentuk sensing sentuhan kapasitif. Prinsip yang sama yang mendasari berbagai tipe layar sentuh yang digunakan pada kebanyakan ponsel pintar.

Bedanya teknologi ini memonitor sinyal-sinyal kapasitif pada rentang frekuensi yang luas. Tidak hanya sinyal elektris pada satu frekuensi seperti yang berlaku pada teknologi layar sentuh kebanyakan.

Teknologi ini memungkinkan ponsel pintar membisukan dirinya sendiri, misalnya jika pemiliknya meletakan jari telunjuk di bibir. Hal itu dimungkinkan dengan Swept Frequency Capcitive Sensing (SFCS), yang memicu terjadinya reaksi tidak hanya saat terjadi sentuhan, tapi mampu mengenali konfigurasi kompleks dari tangan atau tubuh yang melakukan sentuhan.

SFCS dapat meningkatkan kegunaan benda sehari-hari dengan hanya menggunakan satu elektroda sensing. Bahkan ada kalanya, seperti dalam kasus gagang pintu atau objek-objek konduktif lainnya, objek itu sendiri yang berperan sebagai sensor tanpa perlu dimodifikasi. Bahkan tubuh manusia atau air pun bisa menjadi sensor.

Signal frequency sweeps sudah digunakan selama puluhan tahun dalam komunikasi nirkabel, namun sejauh yang kami tahu, belum ada penerapannya dalam interaksi sentuhan,” kata Ivan Poupyrev, ilmuwan peneliti senior di Disney Research, Pittsburgh.

“Akan tetapi, dalam eksperimen di laboratorium kami, kami dapat menambahkan sensitivitas sentuhan pada berbagai objek. Saat dipadukan dengan teknik pengenalan gestur, Touche menunjukan tingkat pengakuan mendekati 100 persen. Hal itu menunjukan bahwa teknologi ini bisa digunakan untuk menciptakan cara baru bagi manusia untuk berinteraksi dengan berbagai objek dan dunia secara luas,” kata Poupyrev.
Sumber: NDTV Gadget

Dokumen Ungkap Penemu Amerika Bukan Columbus


Dokumen Ungkap Penemu Amerika Bukan Columbus

Christopher Columbus memang lebih dikenal sebagai penjelajah yang pertama kali ‘menemukan’ Amerika. Tapi, sebuah data bank berupa formulir peminjaman mengungkap, bahwa ada penjelajah lain yang mendarat di Amerika Utara sebelum ditemukan Columbus tahun 1492.
Seperti diketahui, di tahun 1492 Columbus mendarat di sekitar kepulauan Karibia. Baru sekitar tahun 1498 Columbus diketahui mendarat di daratan utama Amerika.

Sedangkan sebuah dokumen dengan paten kerajaan dari masa Henry VII mengungkap bahwa pedagang asal Italia, John Cabot, sebagai orang yang pertama menemukan Amerika. Di dokumen itu diketahui bahwa Cabot berlayar dari Bristol Inggris ke Amerika Utara pada 1497.

Menurut Discovery News, dokumen itu menjelaskan kalau Cabot melakukan tiga perjalanan antara 1496 hingga 1498. Dalam periode itu, di tahun 1497 Cabot diketahui mendarat di Newfoundland.

Diketahui dari sebuah arsip pribadi Florence, dokumen juga menyebut mengenai pembayaran 50 noble sterling kepada Giovanni Chabotte (John Cabot) dari Venesia. Ini merupakan dana yang diperlukan untuk modal ekspedisi “berangkat dan menemukan dunia baru”.

Seperti dikutip harian Daily Mail, dana itu berasal dari institusi perbankan yang bernama Bardi. Cabot disebut menerima dana itu pada 1496.

Sejarawan juga menyebut, bahwa bangsa Eropa telah lama menemukan Dunia Baru, bahkan sebelum Columbus dan Cabot mulai penjelajahannya.

“Awal tulisan membuka seluruh babak baru di keilmuan Cabot. Itu menunjukkan bahwa perjalanan Bristol merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas dari penjelajahan yang didanai semacam perusahaan besar,” kata sejarawan Francesco Guidi-Bruscoli, dari Universitas Florence, kepada Discovery News.

Membingungkan

Guidi Bruscoli yang menulis hasil penelitiannya di jurnal “Historical Research” ini kemudian menjelaskan bahwa temuan itu menggambarkan “dunia baru”, dan bukan “sebuah dunia baru”. “Penggunaan itu jelas membingungkan,” ungkapnya.

Frase itu diduga menjelaskan bahwa Cabot didanau untuk menemukan sebuah dunia yang telah diketahui sebelumnya.

Sedangkan peneliti asal Bristol, Dr Evan Jones mengatakan temuan ini menakjubkan. “Kita telah lama tahu bahwa para pedagang dan bankir asal Italia menjadi sosok di balik kesuksesan penjelajahan yang dilakukan Portugal dan Spanyol. Sepertinya penjelajah asal Inggris selalu dipinggirkan,” ujar Jones, mengutip laman Daily Mail.

“Kini kita tahu bahwa penjelajah Inggris juga bagian dari jaringan penjelajah yang didanai pedagang Italia untuk ekspedisi menjelajahi dunia,” ucap Jones.

CEO Microsoft: Tunggu Kehebatan Windows 8


CEO Microsoft: Tunggu Kehebatan Windows 8

Sistem operasi Windows 8 menjadi salah satu komoditi IT yang paling hot dan begitu dinanti pada akhir tahun 2012 ini.

Seakan ingin memancing rasa penasaran user, CEO Microsoft Steve Ballmer menyatakan bahwa Windows 8 akan hadir dengan kemampuan mumpuni dan memberi rasa baru dalam menggunakan komputer.

“Windows 8 akan semakin cepat dan bakal memberikan user experience yang lebih segar,” ujarnya yang hadir melalui video di acara Hewlett-Packard Global Influencer Summit di Shanghai, China.

“OS ini nantinya bakal menyambangi PC, tablet, dan perangkat lainnya,” imbuh Ballmer, yang terlihat begitu bersemangat dalam rekaman video tersebut.

Bocoran Windows 8 sendiri kabarnya sudah disampaikan ke pihak vendor PC. Mereka pun lantas memberikan feedback untuk dilakukan pengembangan kembali oleh Microsoft jika memang dirasa kurang.

Para vendor PC ini juga dikatakan Ballmer telah menyiapkan perangkat yang siap dibenamkan Windows yang user interface-nya bergaya metro tersebut.

“Kami selalu menjaga hubungan baik dengan vendor PC. Termasuk untuk Windows 8 ini yang akan memberikan user pengalaman luar biasa,” sambungnya

Memang, Ballmer tidak menyebut kapan tanggal peluncuran Windows 8. Namun konon, waktu yang dinanti itu adalah bulan Oktober.

“Ketika produk ini sudah keluar secara resmi, kami akan langsung pula memberikannya kepada vendor PC,” pungkasnya.

Aplikasi Foto GIMP 2.8 Hadir dengan Sejumlah Perbaikan


Aplikasi Foto GIMP 2.8 Hadir dengan Sejumlah Perbaikan

GNU Image Manipulation Project atau lebih populer dengan nama GIMP, mendapat penyegaran lewat versi 2.8 yang baru saja dirilis. Kedatangan versi anyar ini menghadirkan sejumlah perbaikan dari sisi teknis dan user interface, termasuk mode pengeditan yang telah lama dinanti-nanti.
Bagi yang belum mengenal GIMP, aplikasi ini adalah salah satu alternatif dari Photoshop, meski tidak bisa dibandingkan secara langsung. GIMP bekerja untuk piranti Mac, Linux, serta Windows.

Selain menghadirkan tampilan tatap muka yang baru, GIMP 2.8 akhirnya menghadirkan mode pengeditan single-window. Artinya, kini pengguna GIMP tak perlu merasa repot dengan jendela dokumen dan palet tool yang sebelumnya tampil secara terpisah.

Namun, meski mode tersebut sudah menjadi penantian pengguna GIMP, pihak pengembang GIMP tidak menyuguhkannya secara default. Sang developer memberikan opsi bagi pengguna yang masih ingin bekerja di mode multiple window.

Update lain yang dihadirkan adalah pada proses penyimpanan file. Fitur ‘save’ di GIMP 2.8 kini hanya ditujukan untuk penyimpanan image dalam format XCF. Sedang untuk format lain di luar XCF, pengguna bisa memakai fitur ‘export’. Demikian seperti dikutip detikINET dari ArsTechnica, Selasa (8/5/2012).

Hal lain yang patut dicatat dari kemunculan versi anyar ini adalah keberadaan layer group seperti yang biasa dijumpai di Photoshop. Fitur ini akan membantu pengguna untuk lebih fleksibel dalam pengaturan layernya.

Peningkatan lain yang juga dirasakan penggiat foto ialah kemampuan untuk bisa menambahkan teks langsung di atas kanvas, alih-alih di window pengedit teks yang terpisah seperti di versi sebelumnya.

Nah, bagi yang sudah tak sabar ingin menjajal GIMP 2.8, source code-nya telah tersedia untuk di-download langsung dari situs GIMP.

Sumber : Detikinet

Datang ke Indonesia, Pendiri Apple Siap Berbagi Ilmu


Datang ke Indonesia, Pendiri Apple Siap Berbagi Ilmu

Steve Wozniak yang pernah sama-sama berjuang dengan Steve Jobs mendirikan Apple, rencananya akan berbagi pengetahuan tentang inovasi dan kreativitas saat mengunjungi Indonesia. Kapan?
Dalam keterangan pers yang diterima detikINET, Selasa (8/5/2012), seminar teknologi bertema Innovation & Creativity itu akan berlangsung sehari penuh di Nusa Indah Theater, Balai Kartini, Jakarta, 17 Juli 2012 nanti.

Untuk menghadiri seminar ini memang dipungut biaya. Panitia mematok harga mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Untuk pemesanan early bird, harga tiket untuk masing-masing kelas pun didiskon Rp 500 ribu.

Meskipun akan menghadirkan pembicara lain juga, Wozniak nampaknya tetap akan jadi pusat perhatian acara ini. Wajar saja, orang tentu ingin dengar langsung bagaimana ia bersama Steve Jobs berinovasi dan berkreasi hingga akhirnya bisa menghasilkan produk-produk revolusioner seperti iPhone, iPod, dan iPad.

Steve Wozniak sendiri dikenal sebagai pribadi yang cukup eksentrik. Selain produk Apple, Wozniak juga menjadi penggemar berbagai gadget lain dan memperhatikan perkembangan teknologi saat ini. Itu sebabnya, karyawan pertama Apple yang sudah tidak aktif sejak 1985 ini, kini lebih dikenal sebagai pemerhati teknologi.