Pesawat Tenaga Matahari Sukses Uji Terbang


Pesawat Tenaga Matahari Sukses Uji Terbang

Pesawat dengan bahan bakar tenaga matahari sukses melakukan uji coba penerbangan dari Spanyol menuju Maroko. Setelah melakukan penerbangan selama 19 jam, pesawat Solar Impulse yang lepas landas dari Madrid ini pun mendarat dengan mulus di Rabat.

Mengutip laman BBC, penerbangan dari Spanyol ke Maroko ini merupakan uji coba tahap kedua dari penerbangan perintis yang menggunakan tenaga matahari. Tahap pertama dimulai dari Swiss ke Belgia, pada 13 Mei tahun lalu. Hingga kini Solar Impulse telah menempuh perjalanan sepanjang 2.500 km.

Penerbangan ini disebut sebagai ‘latihan’ sebelum dilakukan tur dunia di tahun 2014 mendatang.

Dibuat dari bahan serat karbon, pesawat ini memiliki ukuran yang sama dengan pesawat Jumbo Jet Airbus A340. Tapi berat pesawat Solar Impulse setara dengan mobil berjenis family car.

Pesawat ini ditenagai dengan panel surya sebanyak 12.000 unit, untuk menghidupkan empat motor listriknya. Perjalanan Solar Impulse pun bisa diamati di situs resmi perusahaan, yang akan menunjukkan status daya tahan baterai, ketinggian, dan kecepatan.

Perjalanan pesawat ini juga bisa diikuti melalui live tweet yang dilakukan sang pilot, Bertrand Piccard, di akun @bertrandpiccard.

Mantan pilot balon udara ini pun berkali-kali mengungkapkan kekagumannya saat mengendarai pesawat ini. Piccar terus menulis mengenai apa saja yang dia lihat sepanjang perjalanan.

Salah satunya adalah saat Piccard menyaksikan keindahan bulan yang berpadu dengan matahari terbit, yang dilihatnya saat mengendarai Solar Impulse.

“Full moon on my right and sunrise on my left. Just incredible flight for the moment with #solarimpulse,” tulis Piccard di salah satu tweet itu.

Solar Impulse sendiri mencetak sejarah di Juli 2012. Saat itu, Solar Impulse menempuh perjalanan non stop selama 24 jam. Ketika itu pesawat ini dikendarai oleh Andre Borschberg.

Pesawat Tenaga Surya Terbang Lintas Benua


Pesawat Tenaga Surya Terbang Lintas Benua

Rute yang akan ditempuh adalah dari Swiss ke Moroko, dengan waktu tempuh sekitar 48 jam. Pesawat dijadwalkan lepas landas dari pangkalan militer di Payerne, Swiss, pada Kamis (24/5) pukul 06.45 waktu setempat dan mendarat untuk transit di Madrid pada Jumat pukul 02.00 waktu setempat.

Penerbangan akan dilanjutkan paling cepat pada hari Senin, dari Madrid menuju ibukota Moroko, Rabat. Penerbangan pertama akan dipiloti Andre Borschberg, sementara penerbangan kedua oleh pilot Bertrand Piccard.

Jika sukses, penerbangan sejauh 2.500 kilometer tersebut akan menjadi rute terpanjang bagi pesawat yang sebelumnya sudah melakukan pertunjukan terbang di Paris dan Brusel tahun lalu. Penerbangan ini juga menjadi latihan untuk program terbang keliling dunia yang dijadwalkan pada 2014 nanti.

Pesawat single-seater (satu kursi) ini memiliki bentuk seperti capung. Lebar sayapnya seukuran pesawat besar tapi bobotnya tak lebih dari sebuah mobil sedan dengan kecepatan terbangnya 50 kilometer per jam.

Sejumlah rekor berhasil diraih, yaitu rekor penerbangan terpanjang untuk pesawat tenaga surya berawak, setelah mampu mengudara selama 26 jam, 10 menit dan 19 detik di langit Swiss. Juga rekor untuk ketinggian terbang 9.235 meter.

Pesawat ini juga sudah pernah terbang beberapa kali di antaranya menempuh jarak antar bandara-bandara di Jenewa dan Zurich, serta Paris dan Brussel.

Penerbangan ke Moroko kali ini akan dilakukan bersamaan dengan peresmian pembangkit termal tenaga surya terbesar yang terletak di kawasan Ouarzazate, di sebelah selatan Moroko.
Sumber: Phys.org

Pesawat Star Trek Akan Menjadi Kenyataan


Pesawat Star Trek Akan Menjadi Kenyataan

USS Enterprise yang menjadi pesawat dalam film layar lebar Star Trek akan menjadi kenyataan dalam 20 tahun. Insinyur yang menyebut dirinya BTE Dan yakin pesawat ini akan menjadi realita. “Kita punya teknologi yang mampu menciptakan generasi pertama USS Enterprise. Jadi, ayo kita kerjakan,” ungkap BTE Dan.

Pesawat yang dirancang memiliki panjang 960 meter, lebih tinggi dari Menara Burj Khalifa jika disejajarkan, akan didorong oleh tenaga nuklir sebesar 1,5 gigawatt. Dengan teknologi teranyar, pesawat dengan nama Gen1 Enterprise ini akan mampu mencapai Bulan dalam waktu tiga hari dan Planet Mars dalam waktu tiga bulan. Biaya yang dihabiskan untuk pesawat generasi pertama ini sebesar Rp10 triliun.

BTE Dan mengatakan bahwa pesawat ini akan memiliki beberapa fungsi, seperti stasiun ruang angkasa, bandara ruang angkasa, dan pesawat ruang angkasa. Pesawat ini tidak akan bergerak dalam kecepatan cahaya, namun dapat mengeksplorasi dunia baru dengan kecepatan yang konstan. Misi pertama Gen1 Enterprise adalah Bulan, kemudian Planet Venus, Mars, dan mungkin Tata Surya Europa.

Untuk menunjukkan keseriusannya, BTE Dan menawarkan pemotongan pajak dan beberapa biaya untuk dialokasikan ke dalam pembuatan pesawat ini. “Perubahan dan pengeluaran pajak ini tidak akan berpengaruh banyak kepada masyarakat luas,” katanya.
Sumber: popsci

Tiga Pesawat AS Lumpuh Kena Busa


Tiga Pesawat AS Lumpuh Kena Busa

Kecelakaan pesawat tidak hanya terjadi dalam sebuah penerbangan. Insiden kecil dalam sebuah hanggar di Florida, Amerika Serikat juga bisa melumpuhkan pesawat. Gara-garanya, hanggar Eglin Air Force Base Florida dipenuhi dengan busa.
Insiden ini terjadi setelah pencegah sistem kebakaran meledak karena percikan dari aktivitas tukang las secara tidak sengaja. Akibatnya, generator peredam api penghasil busa yang tergantung dari langit-langit hanggar bocor. Pesawat-pesawat yang masih berada dalam hanggar mandi busa.

Berdasarkan laporan Gizmodo.com, busa tersebut hanya perlu waktu dua menit untuk menenggelamkan pesawat dalam hanggar seluas 90.000 kaki persegi dengan tinggi lebih dari tiga kaki.

Saat insiden terjadi, dalam hanggar terdapat pesawat F-15 atau Fighting Falcon ke 85 milik Test and Evaluation Squadron atau skuadron uji dan evaluasi. F-15 merupakan pesawat tempur taktis segala cuaca yang dirancang untuk mempertahankan superioritas udara dalam pertarungan di langit.

Menurut Theaviationist.com, pesawat ini dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini pertama kali terbang pada Juli 1972.

Pesawat kedua yang mandi busa yaitu pesawat F-16 dari FLTS Flight Test Squadron atau Skuadron Uji Terbang. Pesawat ini F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik.

Kecanggihan tampak dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan dan gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi.

Sumber : Vivanews

Ketika Anda Terjerumus ke Black Hole


Ketika Anda Terjerumus ke Black Hole

Masih banyak misteri tentang alam semesta. Tentang bagaimana ia diciptakan, berapa persis umur, dan tentang begitu banyak planet yang belum diketahui apa isinya. Salah satu misteri yang juga membuat para ahli penasaran adalah black hole (lubang hitam). Lubang hitam itu dianggap sebagai tempat paling aneh di alam semesta ini.

Lubang hitam itu sangat besar. Lubang utamanya disebut “titik tidak terbatas”. Lantaran begitu gelap, bahkan tidak ada cahaya dengan kekuatan berapapun  yang sanggup menyusup. Jadi silahkan membayangkan seberapa gelap lubang rakasasa itu.

Para pakar astrofisika menjelaskan keadaan lubang hitam itu dengan memberi pengandaian. Charles Liu, misalnya, menjelaskan bahwa jika masuk ke sana, badan Anda akan menjadi seperti pasta gigi yang keluar dari dalam kemasan. Jadi, katanya, lubang itu tentu bukan tempat tujuan wisata.

Ilmuwan yang bekerja untuk Planetarium Hayden Amerika Serikat ini mengatakan ketika obyek melintasi lubang hitam itu, maka dia akan mengalami dampak gaya pasang surut seperti di bumi. Kekuatan gravitasi menurun sesuai jarak. Bulan akan ditarik lebih dekat ke sisi bumi dengan keras.

Hasilnya, bumi condong ke arah bulan. Bumi bergerak. Karena tanah begitu kokoh maka kita yang berpijak di atasnya tidak merasakan gerakan itu. Tapi air  yang ada dipermukaan laut akan mengalir. “Itulah interaksi pasang surut air laut,” ujar Liu.

Nah pasang surut air laut itu menjadi peristiwa biasa saja. Tapi, manusia masuk ke lubang hitam? Berbeda. Di sekitar lubang hitam yang seukuran bumi ini, skala gaya pasang surut akan berkali lipat. Bagian atas kepala Anda akan ditarik paksa hingga terus memanjang.

“Sir Martin Rees (ahli astrofisika Inggris) menyebutnya fenomena ini ‘spaghettification’. Anda akan menjadi aliran partikel subatomik yang
berputar-putar ke dalam lubang hitam,” urai Liu seperti dikutip dari laman Lifeslittlemysteries.com.

Otak Anda akan terpisah dari atom penyusunnya seketika. Tapi, Anda punya sedikit waktu untuk melihat isi lubang hitam raksasa itu.

Kematian di bagian lubang hitam yang terbesar justru tidak terlalu menyiksa karena permukaannya kurang ekstrim. Lubang seukuran tata surya ini memiliki gaya pasang surut yang tidak terlalu kuat.

“Pertama-tama, Anda mendekati kecepatan cahaya saat jatuh ke lubang hitam. Semakin cepat Anda bergerak di luar angkasa, semakin lambat Anda bergerak melalui ruang, semakin lambat Anda bergerak melalui waktu,” terang Liu.

Ketika Anda jatuh, banyak benda yang jatuh di depan Anda yang mengalami “penundaan waktu”. Apabila Anda menengok ke depan lubang hitam, obyek yang Anda lihat telah jatuh sebelumnya. Menengok ke depan, Anda menatap obyek yang akan jatuh di belakang Anda.

“Jadi, Anda akan melihat seluruh sejarah alam semesta secara bersamaan. Dari masa Big Bang hingga masa depan,” ujar Liu.

Persaingan Taksi Swasta Antariksa


Persaingan Taksi Swasta Antariksa

Jika taksi biasa mengantar Anda keliling kota, taksi antariksa mengantar-jemput ke Stasiun Antariksa Internasional. NASA mencari pihak swasta untuk mengembangkan bisnis taksi ini pada 2017.
Pesawat shuttle tertua NASA telah dipensiunkan ke museum. NASA mengantar Discovery ke Museum Antariksa dan Udara Nasional di Washington, D.C. Setelah program shuttle ditutup, NASA mencari langkah lain dengan mengembangkan bisnis baru, taksi antariksa. NASA berharap kompetisi ini dapat menurunkan biaya untuk membantu eksplorasi dan eksploitasi lebih jauh.

“Kami ingin membuat kompetisi ini berlangsung lama untuk melayani stasiun antariksa dengan kru dan kargonya secepat mungkin,” ujar Deputi NASA, Lori Garver, seperti dikutip pada laman Msnbc.msn.com.

NASA merencanakan untuk tetap terbang ke luar angkasa hingga 2020. Mereka telah membicarakan perihal ini dengan mitra internasional. Selama dua tahun ini, program Pengembangan Kru Komersial NASA telah memberikan US$320 juta kepada empat perusahaan penerbangan yakni SpaceX, Blue Origin, Sierra Nevada, dan Boeing.

SpaceX menggunakan uang NASA untuk memperbarui kapsul Dragon. Taksi ini akan menjadi pengantar kargo untuk kebutuhan di luar angkasa.

Kompetitornya datang dari perusahan penerbangan raksasa Boeing. CST-100 diprediksi siap meluncur pada 2015-2016.

Pendiri Amazon.com pun ikut dalam kompetisi taksi ini dengan perusahaan Blue Origin. Space Vehicle disiapkan untuk terbang pada 2018.

Perusahaan Sierra Nevada tidak mau kalah. Taksi Dream Chaser yang didesain untuk tujuh orang ini dapat beroperasi pada 2015.

Menurut laporan laman Space.com, terdapat 10 konsep taksi antariksa yang siap menjadi kenyataan.

SMK Jakarta Terbangkan Pesawat Jabiru PK-ST


SMK Jakarta Terbangkan Pesawat Jabiru PK-ST

Polesan tangan-tangan terampil remaja belasan tahun dari SMK Negeri 29 Jakarta ternyata mampu membuat rakitan mereka terbang bebas di Pondok Cabe, Tangerang, hari ini. Walau sebagian besar komponennya masih buatan asing, mereka tetap bangga bisa merakit sendiri pesawat terbang itu.

Seakan tak kenal lelah, para siswa SMK tersebut bergantian dari siang sampai petang mengupayakan pesawat dapat terbang secara sempurna. Pesawat  eksperimental itu adalah Jabiru PK-SMT.

Ahmad Budiman, Kepala Program Keahlian Airframe Powerplant SMK 29 Jakarta mengungkapkan, ide awal pembuatan pesawat ini yakni bermula dari praktek merawat pesawat yang tidak terbang. Itu, merupakan hal wajar mengingat lulusan SMK nantinya akan bekerja di perusahaan penerbangan.

Kemudian, dia melanjutkan, saat mengikuti Lomba Keterampilan Siswa (LKS) 2008 di Kemendiknas, para siswa mengirimkan karya pesawat. Saat pameran, Menteri Pendidikan, Bambang Sudibyo diprovokasi oleh pihak SMK, bahwa SMK sebaiknya didukung untuk membuat karya, bukan merawat pesawat orang lain.

Gayung pun bersambut. Bambang pun meminta SMK untuk membuat dua pesawat sejenis. Akhirnya, kementerian menggelontorkan dana Rp1 miliar untuk membuat pesawat. Seminggu setelah pameran itu, pihak SMK diminta menghadap ke Kemendiknas untuk mengambil dana tersebut.

“Biasanya memang siswa di sini bongkar dan rakit pesawat orang lain. Itu kan biar feeling mereka kena saat nanti kerja di penerbangan,” ujar Ahmad Budiman di sela-sela stan SMK 29, Monas, Jakarta, Sabtu 28 April 2012.

Kemudian, dia melanjutkan, dana tersebut digunakan untuk membeli komponen pesawat, yang 85 persen dipasok dari luar negeri, seperti China dan Australia, sedangkan komponen dalam negeri baru 15 persen. Komponen yang didatangkan dari China adalah panel, sedangkan bahan dari Australia adalah fiber. “Untuk komponen lokal yakni beberapa bagian di panel, teris backleading,” tambahnya.

“Biaya untuk buat ini seluruhnya Rp1,5 miliiar. Itu sudah termasuk asuransi pilot, asuransi pesawat, lisensi pesawat. Kami menanggung Rp300 juta,” kata Ahmad.

Akhirnya setelah empat tahun, pesawat buatan tangan siswa belasan tahun tersebut dapat terbang untuk pertama kalinya di Bandara Pondok Cabe, Tangerang. “Saat test flight, mampu terbang empat ribu kaki selama 20 menit,” kata Ahmad.

Pesawat Lain

Pesawat dengan panjang 6,7 meter dan lebar 9,86 meter serta tinggi 2,4 meter tersebut mampu terbang dengan ketinggian 14 ribu kaki. “Pesawat ini berkapasitas empat penumpang dengan baling-baling di depan serta tiga roda di bawahnya. Pesawat yang berkapasitas 140 liter Pertamax ini sudah menikmati penerbangan pertama kalinya,” ujarnya.

Dengan kemampuannya saat ini, menurutnya, pesawat itu mampu terbang dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Sayangnya, lisensi untuk pesawat tidak memungkinkan karena pesawat jenis ini hanyalah pesawat eksperimental.

Saat ini, Ahmad menjelaskan bahwa SMK 29 masih mempunyai sembilan pesawat sejenis yang masih dikerjakan. “Satu sudah 100 persen jadi, yakni yang ini, yang lainnya masih dikerjakan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa yang dilakukan oleh siswanya lebih dari sebuah perakitan, karena siswa SMK 29 juga membuat beberapa komponen pesawat. “Jadi, tidak hanya pasang-pasang saja,” tuturnya.