Pendiri Apple Datangi Indonesia Bulan Depan


Pendiri Apple Datangi Indonesia Bulan Depan

Indonesia akan kedatangan inovator teknologi dunia, Steve Wozniak. Pendiri sekaligus karyawan pertama yang turut membesarkan nama Apple bersama Steve Jobs ini akan menjadi pembicara seminar.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari laman Stevewozid, Steve Wozniak, akan menjadi pembicara dalam acara seminar Innovation & Creativity akan berlangsung di Nusa Indah Theater Balai Kartini, Jakarta pada 17 Juli 2012.

Lelaki kelahiran 11 Agustus 1950 ini merupakan seorang insinyur dan programmer komputer Amerika Serikat yang mendirikan Apple Computer. Perusahaan ini sekarang dikenal dengan nama Apple Inc. didirikan bersama Steve Jobs dan Ronald Wayne.

Sejak 1985, Wozniak sudah tidak lagi memberikan kontribusi terhadap
Apple. Tapi, kini Wozniak lebih dikenal sebagai pengamat inovasi teknologi.

Banyak orang selalu mengaitkan Steve Wozniak dengan Apple. Pada masa awal perusahaan ini terbentuk, Wozniak juga menjadi penggemar berbagai gadget lain dan memperhatikan perkembangan teknologi yang ada.

Dalam seminar, dia akan memaparkan kreativitas teknologi yang dimilikinya. Peserta seminar tersebut akan mendapatkan kesempatan
berharga untuk mempelajari dan dapat bertemu langsung dengan salah
satu tokoh penting dunia teknologi di dunia.

Seminar ini juga akan membahas topik seputar inovasi teknologi digital
dan juga diisi oleh pameran jejaring bisnis. Mengingat kesempatan ini langka, bagi anda yang berminat dapat segera memesan tiket seminar via http://www.stevewozid.com.

Sumber : Vivanews 

IDC: Digerogoti Windows Phone, Android akan Melemah


IDC: Digerogoti Windows Phone, Android akan Melemah

Penjualan perangkat dengan sistem operasi Android diprediksi mencapai puncaknya pada tahun 2012 ini. Kemudian akan mentok dan turun pangsa pasarnya karena digerogoti OS Windows Phone dari Microsoft.

Prediksi tersebut dikemukakan oleh biro riset terkemuka, IDC. Menurut mereka, tahun ini pangsa pasar smartphone Android akan mencapai titik puncak 61%, kemudian berhenti tumbuh dan menurun.

Tahun 2016, Android memang diperkirakan masih akan memimpin namun pangsa pasarnya jadi 52,9%. Nah, Windows Phone saat itu diproyeksi menempati posisi runner up dengan raihan 19,2%. Ia menyalip atau setara dengan Apple iOS yang diprediksi meraih 19% market share.

Memang saat ini, pangsa pasar Windows Phone hanya 5,2%. Namun menurut IDC, masih cukup kuatnya posisi Nokia sebagai pendukung utama Windows Phone dan kedatangan Windows Phone 8 akan memperkuat posisinya.

Lalu bagaimana dengan nasib BlackBerry? Dilansir InformationWeek dan dikutip detikINET, Kamis (7/6/2012), pangsa pasarnya diperkirakan hanya 5,6% saja pada tahun 2016.

Masih menurut IDC, pasar ponsel dunia akan tumbuh 4% tahun ini. Ponsel jenis feature phone masih akan dominan dengan kekuasaan 61,6%. Sisanya adalah smartphone.

Sumber : Detikinet 

Ada ‘MacBook Air’ Dibenamkan Android 4.0


Ada ‘MacBook Air’ Dibenamkan Android 4.0

Jika Anda menyukai desain dan gaya MacBook Air, tetapi belum mempunyai cukup uang untuk membeli notebook premium buatan Apple tersebut? Jangan khawatir, karena Anda pun bisa bergaya dengan menenteng komputer jinjing tersebut dengan harga terjangkau.

Di pameran komputer Computex, di Taipei, Taiwan, ada MacBook Wannabe yang disebut N2-A. Sekilas desain ketipisan notebook ini sangat mirip sekali dengan MacBook Air.

Laptop N2-A ini sendiri merupakan buatan pabrikan Thread Technology Company. Ukurannya menggunakan layar LED backlight berukuran 13.3 inch. Sementara untuk menunjang performanya disematkan prosesor ARM Cortex A8 1,2 Ghz dan RAM 1GB. Plus tambahan penyimpanan internal 1GB.

Menariknya, sistem operasi di ‘MacBook Air’ ini menggunakan Android 4.0 yang biasa dipasangkan dengan perangkat genggam, seperti ponsel. Menarik memang melihat antarmuka Android ada di notebook.

Beberapa fitur lain juga ditambahkan, seperti USB 2.0, SD Card slot, port HDMI, baterai 4200 mAh dan tentu saja papan keyboard full qwerty seperti laptop pada umumnya.

Harganya juga tidak terlalu mahal. ‘MacBook Wannabe‘ ini dibanderol dengan harga USD 149 atau sekira Rp 1,4 jutaan. Demikian yang detikINET kutip dari Engadget, Jumat (8/6/2012).

Sumber : Detikinet 

Samsung Merapat ke Linux Foundation


Samsung Merapat ke Linux Foundation

Samsung menjadi perusahaan terbaru yang bergabung dengan Linux Foundation, perkumpulan perusahaan teknologi yang bersama-sama mengembangkan dan mempromosikan standar Linux.
Tak tanggung-tanggung, Samsung langsung ingin menjadi anggota di level platinum, tingkatan para pendukung pengembangan Linux di level tertinggi.

Dengan demikian, pada level ini Samsung bergabung dengan Fujitsu, IBM, Intel, NEC, Oracle dan Qualcomm di Dewan Direktur Linux Foundation. Berdasarkan laporan yang dikutip detikINET dari New York Times, Rabu (6/6/2012), Samsung berkontribusi sekitar USD 500 ribu bagi konsorsium tersebut.

Keanggotaan Samsung di Linux sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan, mengingat keterlibatan perusahaan asal Korea Selatan dengan Android dan software open source lain berbasis Linux.

Namun langkah ini dinilai sebagian analis mengindikasikan bahwa Samsung sepertinya akan mengambil peran lebih menonjol dalam menentukan masa depan Linux.

Sementara itu, juru bicara Linux Foundation menyatakan bahwa Samsung akan bekerja dengan anggota lainnya meningkatkan keterlibatan dengan komunitas kernel dan mengembangkan praktik open source terbaik.

“Keanggotaan Samsung adalah keputusan bisnis strategis yang akan meningkatkan kesuksesan Samsung dan mempercepat kinerja pengembangan Linux,” kata Executive Director Linux Foundation Jim Zemlin.

Zemlin juga mengatakan keanggotaan Samsung di Linux Foundation bisa membantunya bersaing dengan rival seperti Apple. Menurutnya, Apple adalah perusahaan software yang paling tertutup dan eksklusif di dunia dalam segala hal yang mereka buat.

Sementara Samsung melakukan hal yang sama melalui Linux, berupaya menciptakan software dengan kualitas tak kalah baik namun lebih terjangkau.

Sumber : Detikinet

Microsoft Siapkan Kejutan untuk Windows Phone


Microsoft Siapkan Kejutan untuk Windows Phone

Lama tidak terdengar mengenai sesuatu yang baru untuk Windows Phone, Microsoft tiba-tiba tengah menyiapkan event khusus untuk sistem operasi mobilenya tersebut. Hajatan itu sendiri mengambil tajuk Windows Phone Summit.
Dalam undangan yang diterima kalangan media mancanegara, acara ini akan diselenggarakan pada 20 juni 2012. Selain tanggal event, tidak ada detail lengkap mengenai acara yang akan diselenggarakan.

Satu-satunya informasi iyang bisa diungkap adalah tagline yang diusung, yakni “A sneak peek of the futere of Windows Phone,” demikian yang detikINETkutip dari The Next Web, Selasa (5/6/2012).

Walaupun tidak diketahui acara apakah nanti, namun ada beberapa rumor yang berkembang terkait Windows Phone Summit tersebut. Berikut di antaranya.

  • Windows Phone 8

Sudah cukup lama rumor mengenai update iterbaru sistem operasi Windows Phone ini. Software yang mempunyai kode nama Apollo ini mungkin akan diumumkan di acara tersebut.

  • Xbox Integration

Xbox 360 adalah konsol game yang populer. Dengan jutaan pengguna, bukan tidak mungkin kelebihan Windows Phone akan lebih canggih dengan integrasi ke Xbox.

  • Hardware Baru

Hardware baru mungkin sesuatu yang menyenangkan untuk diumumkan, sejak perubahan besar Windows Phone diumumkan di Nokia Lumia 900.

  • Microsoft Beli Nokia

Ini mungkin kabar besarnya, mungkin Microsoft akan membeli Nokia. Hal ini setelah melihat kinerja Nokia yang terus melempem, ditambah kebutuhan Microsoft untuk masuk ke ranah hardware.

Android Bikin Pekerja TI Makin Sibuk


Android Bikin Pekerja TI Makin Sibuk

Berbagai macam perangkat mulai digunakan para pelaku bisnis untuk mengakses data perusahaan. Namun Android diklaim memberikan tantangan tersendiri bagi divisi TI di sebuah perusahaan.
Memang, demi menjaga keamanan data di perusahaan, biasanya divisi TI memberlakukan berbagai peraturan khusus. Hal ini mungkin bukan masalah jika para karyawan hanya menggunakan komputer desktop yang ada di kantor.

Namun kini berbeda, menurut Symantec banyak karyawan yang sudah menggunakan gadget untuk mengakses data perusahaan. Terutama mereka yang bekerja secara mobile.

“Perusahaan sudah tak bisa lagi membatasi perangkat yang diizinkan untuk mengakses jaringan mereka. Justru tantangan mereka adalah bagaimana cara untuk mengamankan akses data tersebut,” kata Raymond Goh, Senior Director System Engineering Asia South Region, Symantec.

Namun dari berbagai perangkat yang biasa dipakai untuk mengakses jaringan di perusahaan, tantangan terbesar justru datang dari Android, bukan iOS atau BlackBerry.

“Kalau BlackBerry perusahaan tak perlu repot, karena sistem keamanannya sudah dikelola oleh Research In Motion (RIM) melalui BlackBerry Enterprise Services (BES). Kalau iOS, sedikit lebih ketat karena hanya bisa menginstal melalui iTunes. Kalau Android? Wow!” tambah Raymond.

Menurut Symantec Android punya banyak sekali celah. Mulai dari sifatnya yang terbuka, mudahnya instal aplikasi dari berbagai sumber dan lainnya. Hal inilah yang kadang dimanfaatkan peretas usil untuk melancarkan aksinya.

“Mau tidak mau kecolongan, divisi TI harus membuat kebijakan yang berlaku di lintas platform,” tandas Raymond di Le Meriden Hotel, Kamis (31/5/2012).

Sumber : Detikinet

Sektor Minyak Iran Diserang Virus Flame


Sektor Minyak Iran Diserang Virus Flame

Iran lagi-lagi harus berhadapan dengan serangan cyber. Pejabat senior Iran mengklaim jaringan komputer yang menangani sektor minyak Iran diserang salah satu virus komputer paling perkasa saat ini, Flame.

Virus ini seperti dilansir Bloomberg, Kamis (31/5/2012), punya kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya, yakni ‘menyambar’ setiap data yang ada dan ‘menguping’ di komputer si pengguna.

“Para ahli di Iran saat ini telah memproduksi semacam anti virus yang bisa mengidentifikasi dan membersihkan Flame dari komputer,” kata Ali Hakim Javadi, Deputi Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi Iran.

Tim penanganan serangan cyber nasional Iran menyebutkan, virus Flame memang sengaja diciptakan untuk fokus bekerja melakukan pengintaian. Namun hingga kini belum diketahui siapa yang membuat virus tersebut.

Iran adalah salah satu negara yang menjadi sasaran empuk serangan cyber. Negeri yang dipimpin Mahmoud Ahmadinejad ini beberapa kali dihadapkan pada serangan virus komputer. Tidak tanggung-tanggung, yang diserang adalah jaringan vital seperti sektor minyak dan nuklir.

Virus komputer perkasa lain yang tercatat pernah menyerang Iran antara lain Stuxnet dan Duqu. Hampir sama seperti Flame, kedua virus komputer ini dirancang untuk mengumpulkan informasi intelijen.

Sumber : Detikinet

3 Virus Komputer Paling Perkasa


3 Virus Komputer Paling Perkasa

Beberapa virus komputer punya kemampuan sangat canggih. Tujuannya memang bukan sekadar mengganggu sistem semata, namun sudah sebagai senjata dalam perang cyber.
Ya, beberapa virus konon diciptakan negara tertentu untuk menyerang negara lainnya. Meski belum terungkap siapa sebenarnya dalangnya, virus itu memang sangat kompleks sehingga dinyatakan disponsori pembuatannya oleh pemerintah tertentu.

Virus apa saja yang dinilai paling powerful? Berikut di antaranya seperti disarikan detikINET dari berbagai sumber:

Stuxnet

Stuxnet ditemukan Juni 2010 dan dibuat dengan tujuan spesifik, untuk mengganggu infrastruktur nuklir Iran. Selain memiliki kode yang terbilang canggih, Stunex juga diperkirakan telah menghabiskan dana yang besar untuk pembuatannya, mungkin jutaan dolar.

Worm itu menargetkan sistem khusus ‘supervisory control and data acquisition’ (SCADA). SCADA digunakan untuk mengendalikan sistem pipa, pembangkit listrik tenaga nuklir dan perangkat manufaktur lainnya di Iran. Lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa Stuxnet dirancang untuk melakukan pencegatan perintah spesifik dari SCADA ke fungsi tertentu.

Stuxnet menjadi terkenal karena menjadi bukti pertama adanya serangan yang sangat spesifik alias targetted attack. Beberapa perangkat sentrifusa pengayaan uranium, yang dibutuhkan dalam menjalankan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir tertentu di Iran, dikatakan telah mengalami kerusakan akibat Stuxnet.

Kendati sekarang virus ini kabarnya sudah tertanggulangi, siapa dalangnya masih menjadi misteri. Iran menuduh negara barat dan Israel adalah negara pembuatnya.

Duqu

Sesudah huru-hara yang ditimbulkan Stuxnet, muncul lagi virus komputer tidak kalah canggih yang dinamakan Duqu yang muncul akhir tahun 2011. Virus Duqu kembali menyasar sistem komputer di Iran. Microsoft menyebutkan, virus itu mengambil keuntungan dari kerentanan Windows untuk menyuntikkan kode jahat pada ‘jantung’ sistem komputer.

Kesamaan sifat Duqu dan Stuxnet memunculkan spekulasi bahwa malware ini dibuat oleh orang yang sama atau penjahat cyber di balik Stuxnet memberikan kode ke pengembang Duqu. Namun dugaan ini hingga sekarang belum terbukti.

Meski mirip Stuxnet, Duqu dirancang untuk mengumpulkan informasi intelijen guna melakukan serangan lanjutan pada sistem kontrol industri. Adapun Stuxnet dirancang untuk menyerang sistem kontrol komputer buatan raksasa industri asal Jerman Siemens.

Sebagian besar infeksi virus Stuxnet ditemukan di Iran. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa serangan tersebut sengaja dilakukan untuk menyabotase fasilitas nuklir milik negeri yang dipimpin Ahmadinejad tersebut. Dan lagi-lagi belum ketahuan siapa dalangnya.

Flame

Flame adalah sebuah virus komputer baru yang disebut-sebut paling canggih. Virus berukuran 20MB ini dilaporkan ditujukan terutama untuk menyerang Iran dan beberapa negara di Timur Tengah.

Terlacak oleh vendor anti virus Kaspersky, virus ini dinyatakan sangat rumit, sekitar 20 kali lipat lebih powerful dibanding program cyberwarfare lain yang telah terdeteksi. Stuxnet pun dinyatakan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Flame.

Flame punya kemampuan canggih. Seperti mengumpulkan data rahasia, mengubah setting komputer secara remote, menghidupkan mikrofon komputer untuk merekam pembicaraan, mengambil screenshot dan mengkopi pembicaraan di instant messaging.

Siapa yang membuat belum diketahui. Kaspersky menyatakan butuh waktu tahunan untuk sepenuhnya bisa memahami cara kerja dan kemampuan Flame. Beberapa pihak menyatakan, dengan kecanggihannya Flame menandai era baru perang cyber.

Sumber : Detikinet Dan Berbagai Sumber

Perlukah Open Source Masuk Kurikulum


Perlukah Open Source Masuk Kurikulum

Sebagai salah satu lembaga pendidikan, kampus dan sekolah bisa menjadi awal pengenalan melek open source. Namun kenyataannya, lembaga pendidikan sudah bergantung pada software propietary. Lantas, apakah perlu open source masuk dalam kurikulum?
“Paling tidak ada kampus agreement. Misalnya, ya sudah diwajibkan saja. Dan bagi mereka yang belajar itu kita sediakan laboratorium pelatihannya,” saran penggiat open source sekaligus dosen bidang IT I Made Wiryana.

Hal ini dikatakan Made sudah berjalan cukup lama. Dia memang tidak punya data, berapa banyak kampus yang mewajibkan open source. Namun pria berkacamata ini memberikan gambaran, setidaknya Kementerian Riset dan Teknologi punya semacam organisasi open source beranggotakan 54 kampus di seluruh Indonesia.

“Minimal itulah, jadi mereka ini yang mengembangkan open source dan mengajak mahasiswa aktif menggunakannya,” ujarnya.

Dia membagi pengalamannya, di kampus tempat dia mengajar, aturan ini diterapkan. Made mewajibkan mahasiswanya menggunakan software legal dan jika tak sanggup beli aplikasi propietary, harus menggunakan open source.

“Saya tak segan memberikan nilai nol bagi mahasiswa yang menyerahkan tugas pakai aplikasi bajakan. Karya penulisan, membuat tools, kita mewajibkan pakai open source,” terangnya.

Karena menurut Made, ujung tombak pengadopsian itu ada di lembaga pendidikan. Jika lembaga pendidikan tidak mengimpelementasikan etika, dalam hal ini aspek legal, maka orang pun tidak akan peduli.

Diakui Made, sejumlah vendor memang mendekati timnya, agar software propietary mereka dimasukkan dalam pembelajaran. Namun dia harus menolak karena sebagai pengajar, itu akan mendorong mahasiswanya melakukan tindakan ilegal.

“Kenapa? Karena saya tahu mereka tidak bisa beli. Saya yakin tidak ada mahasiswa yang membeli lisensi, paling murah USD 500 itu mahal bagi mereka. Oke lah mampu, tapi mahasiswa tidak rela menghabiskan uang untuk itu,” ujarnya.

Lagipula dikatakannya, aplikasi open source punya manfaat lain, terutama bagi mereka yang berlatar belakang IT. Menggunakan open source, membuat mahasiswa lebih pintar karena memungkinkan mereka belajar lebih dalam dan mengulik sebuah aplikasi.

Sumber : Detikinet

Android, Bukti Sahih Geliat Open Source


Android, Bukti Sahih Geliat Open Source

 

 

 

 

 

 

 

Di era 90-an, open source ramai diperbincangkan karena baru diperkenalkan di Indonesia. Kini, semakin banyak orang yang memakai, bahkan perlahan mulai membangun industri. Contohnya, Android.
“Seperti internet, dulu ramai orang memperbicangkan. Tapi kini, sudah banyak orang pakai jadi tidak begitu lagi. Begitu juga dengan open source ketika baru diperkenalkan sekitar 97-an atau 98-an,” kata salah satu penggiat open source I Made Wiryana.

Dikatakannya, saat ini ada banyak orang yang memakai open source untuk berbagai macam keperluan. Open source menurutnya tak lagi ramai diperbincangkan, tapi wujudnya sudah pada penggunaan. Bahkan disebutkannya, sudah diserap menjadi aturan pemerintah.

“Contohnya open document format (ODF), itu kan sudah diserap menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang artinya resmi diakui pemerintah sebagai suatu standard. Itu contoh progres yang menunjukkan open source sudah diterima,” paparnya, ditemui di Universitas Gunadarma, Depok.

Dimodifikasi untuk membangun industri, menurutnya adalah taraf berikutnya setelah diperkenalkan dan dipakai. Saat ini di Indonesia, arahnya rupanya sudah mengacu ke sana. Dikatakannya, semakin banyak produk yang basisnya open source.

Pria berkacamata ini memberi contoh, geliat Android. “Itu kan basicnya Linux. Sekarang banyak handphone lokal yang pakai Android yang sudah diotak-atik,” kata Made.

Dicontohkan Made, animo developer Android sangat besar untuk membuat aplikasi di platform tersebut. Karena Android memberikan peluang lebih besar bagi mereka. Bagi developer, membangun aplikasinya dan proses ke pasarnya lebih mudah dibandingkan membuat aplikasi untuk platform yang bersifat propietary.

“Kalau di propietary misalnya diharuskan sign in ini itu sebelum ke market. Harus dapat digital signature. Itu bukan hanya biaya bayarnya, tapi proses membayarnya itu juga tidak mudah. Jadi bagi developer muda yang istilahnya casual programming, belum menjadi full developer kan harus invest waktu, itu poinnya,” jelasnya.

Selain produk Android, disebutkan Made masih banyak contoh produk berbasis open source lainnya seperti solusi Voice over Internet Protocol, solusi intranet, solusi content management system dan lain-lain. Ini pertanda, perlahan-lahan open source di Indonesia mulai berkembang membangun sebuah industri.

“Bisa dikatakan, kita sekarang berada di level itu lah di Indonesia. Walaupun tidak kelihatan tapi pelan-pelan ke arah sana,” ujarnya

Sumber : Detikinet