Jaringan Otak dapat Hindari Macet di Jalan


Jaringan Otak dapat Hindari Macet di Jalan

Jaringan otak dapat menghindari macet pada persimpangan jalan paling padat dengan berkomunikasi pada frekuensi berbeda. Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Washington, St. Louis, Amerika Serikat, Universitas Pusat Medis Hamburg-Eppendorf, Jerman, dan Universitas Tübingen telah mempelajari kinerja otak ini.
“Kondisi neurologis dan psikologis cenderung melibatkan masalah dengan sinyal dalam jaringan otak,” ujar penulis Maurizio Corbetta, MD.

“Meneliti aktivitas struktur temporal otak dapat membantu memahami kondisi penyakit kejiwaan dengan penanda struktural yang langka, seperti depresi dan skizofrenia,” kata profesor bidang Neurologi di Universitas Washington ini.

Ilmuwan yang mempelajari jaringan otak mengatakan bagian-bagian otak bekerja sama menghasilkan gambar yang melacak aliran darah. Mereka berasumsi peningkatan aliran darah ke bagian otak menunjukkan peningkatan aktivitas sel otak bagian itu.

Pencitraan resonansi magnetik yang dihasilkan tadi tidak dapat melacak aktivitas sel otak secara langsung. Cara ini juga tidak dapat menelusuri aktivitas pada frekuensi yang lebih besar dari 0,1 hertz setiap 10 detik.

“Kami tahu beberapa sinyal otak memiliki siklus tinggi dengan 500 hertz atau 500 kali per detik,” ujar Corbetta.

Studi terbaru ini menggunakan teknik analisis aktivitas otak pada 43 sukarelawan yang sehat.

“Kami menemukan jaringan otak berdetak pada frekuensi yang berbeda, seperti jam berdetik pada kecepatan yang berbeda,” ujar penulis Universitas Pusat Medis Hamburg-Eppendorf dan Universitas Tübingen, Jerman, Joerg Hipp, PhD.

Jaringan otak yang sangat bergantung dengan waktu ini mirip dengan jadwal rute penerbangan maskapai yang berbeda satu sama lain. Saling tumpang tindih, tapi berdetak pada tingkat yang berbeda.

“Pada masa depan akan ada tes terbaru untuk mendiagnosa dan memonitor efektivitas intervensi pada kondisi gangguan mental.

Sumber : Eurekalert.org.