Habitat Hilang Muncul Usai Gempa dan Tsunami


Habitat Hilang Muncul Usai Gempa dan Tsunami

Habitat yang lama terlupakan dan kebangkitan spesies yang tidak pernah terlihat selama bertahun-tahun menjadi efek bencana alam yang diidamkan. Peneliti menemukan keinginan itu di pasir pantai pusat utara Chile.
Setelah gempa 8.8 SR dan tsunami pada 2010 yang menimbulkan kondisi mengenaskan, ada sisi lain muncul dari bencana ini. Studi mengungkapkan masalah yang ditimbulkan kenaikan permukaan laut yakni gejala besar perubahan iklim.

Peneliti dari Universitas de Chile Austral dan UC Santa Barbara Marine Science Institute (MSI) mampu mendokumentasikan dampak ekologi sebelum dan sesudah bencana alam tersebut. Hasil temuan ini dimuat pada jurnal PLoS ONE.

Hasil mengejutkan dari penelitian kolaborasi ini menunjukkan potensi dampak bencana alam pada pasir pantai di seluruh dunia.

“Anda sering berpikir gempa menyebabkan kehancuran total. Dengan tambahan tsunami menjadi bencana yang mengancam ekosistem. Seperti yang diharapkan, kami melihat tingkat kematian yang tinggi pada kehidupan pasang surut di pantai dan pesisir berbatu. Tapi, perbaikan kondisi ekologi pada pantai berpasir sangat menakjubkan,” urai peneliti biologi MSI, Jenifer Dugan.

Gempa membuat habitat yang hilang di pantai berpasir muncul kembali. Tanaman kembali tumbuh di tempat yang telah lama kosong.

“Ini bukan respon ekologi yang Anda duga dari gempa bumi besar dan tsunami,” ujar Dugan seperti dimuat pada laman Eureka.org.

Dengan dukungan Fondo Nacional de Desarrollo Científico y Tecnológico di Chile dan program Penelitian Jangka Panjang Ekologi Pesisir Santa Barbara, peneliti dapat melihat perubahan yang terjadi di pantai Santa Barbara dan Chile.

“Pantai menjadi pelindung yang baik dari kenaikan permukaan laut. Pantai penting untuk rekreasi dan juga konservasi,” cetus Dugan.

Sumber:  Eureka.org