Bangun Kesadartahuan Konservasi Terumbu Karang dengan Edukasi


Bangun Kesadartahuan Konservasi Terumbu Karang dengan Edukasi

Tabel kesehatan karang dengan indikasi warna untuk pengawasan kesehatan karang (Gloria Samantha)

Pemantauan terumbu karang dapat dilakukan oleh siapa saja. Maka sangat penting meningkatkan kesadartahuan masyarakat umum mengenai pentingnya mengelola dan melindungi terumbu karang.

Demikian disampaikan Diane Kleine, Project Manager dari Coral Watch-University of Queensland, Brisbane, Australia di Jakarta, Selasa (29/5). “Peran terumbu karang terhadap kehidupan jauh lebih besar daripada yang kita pahami sekarang,” tutur Kleine.

Ia menjelaskan misalnya saja, soal makanan. Di mana perairan yang terdapat terumbu karang, akan ada tumbuhan yang bisa hidup, sehingga ada invertebrata, dan ikan. Di mana tidak ada lagi terumbu, tidak ada ikan. Padahal ketergantungan masyarakat terhadap produksi ikan laut cukup tinggi.

“Dewasa ini terumbu karang mengalami sejumlah tekanan serius yang mengancam kelestariannya seperti perubahan iklim, pemutihan karang (coral bleaching) akibat kenaikan suhu air, penangkapan ikan yang merusak, pencemaran, sedimentasi,” lanjutnya.

Menurut Kleine, program-program Coral Watch terus dirancang untuk berkampanye mengedukasi kesadaran akan konservasi terumbu dengan berbagi presentasi, workshop, sampai turun ke lapangan untuk melakukan monitoring, langsung dengan penduduk setempat. Selain itu mereka menerbitkan buku-buku dan panduan seputar metode pemantauan karang.

“Kami menyediakan metode sederhana untuk mengukur kesehatan karang, dan menganjurkan masyarakat untuk bertindak melindungi dan memperbaiki ekosistem-ekosistem terumbu karang,” tegas Kleine juga.

Target dari kampanye mereka di berbagai negara termasuk Indonesia, adalah terutama para guru dan murid dari sekolah menengah, dan mahasiswa yang mempelajari ilmu kelautan (marine science). “Namun, material kami ini dapat juga digunakan oleh komunitas-komunitas lain yang memerlukannya.”

Sepertiga garis pantai tropis dunia terbentuk oleh terumbu karang. Kawasan terumbu karang merupakan lingkungan yang sangat produktif, dengan tingkat produktivitas 100 kali lebih produktif dibanding laut di sekelilingnya. Terumbu karang membentuk hotspot atau habitat biologis yang menyokong kehidupan bagi spesies di sekitarnya. Serta memasok sembilan juta dari 75-100 ton hasil tangkapan ikan dunia.

Indonesia berada di wilayah Segitiga Karang atau Coral Triangle yang mencakup empat dari 25 buah hotspot keanekaragaman hayati dunia. Segitiga Karang ini memiliki luas terumbu karang lebih dari 100.000 kilometer persegi, 76 persen spesies karang dunia tercakup di dalamnya. Belum lagi potensi 45 spesies mangrove, 13 spesies lamun, dan 2.228 spesies ikan.

Sumber : National Geographic Indonesia

Gletser di Greenland Bisa Meluas dengan Cepat. Asal…


Gletser di Greenland Bisa Meluas dengan Cepat. Asal…

Gletser dan lapisan es di kutub utara ataupun selatan menyusut dengan cepat bersama dengan perubahan iklim yang membuat Bumi semakin panas. Namun, temuan terbaru para peneliti dari University of Copenhagen mengungkapkan, es ataupun gletser, khususnya di kawasan Tanah Hijau (Greenland) bisa pulih dalam waktu cepat. Syaratnya, temperatur harus turun.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience, para peneliti menyebutkan, mereka menggunakan foto-foto udara yang diambil pada tahun 1920-an, 1930-an, dan pasca perang dunia kedua. Foto ini kemudian dikombinasikan dengan citra satelit modern, serta juga penelitian lapangan.

“Kami berhasil mengetahui evolusi glasial selama 80 tahun terakhir. Ini merupakan pertama kalinya gletser di Greenland diamati,” kata Anders Bjork, peneliti dari University of Copenhagen. “Hasilnya, ternyata gletser bisa pulih dalam waktu singkat jika iklim berubah dan temperatur menurun. Periode ini pernah terjadi setelah tahun 1940-an,” ucapnya.

Sebanyak 132 gletser dalam kawasan pesisir sepanjang total 600 kilometer di tenggara Greenland, baik gletser yang berujung di daratan ataupun di samudera, diamati. Benar saja, foto-foto bersejarah tersebut ternyata sangat berharga karena bisa digunakan untuk mengamati sejarah perubahan gletser.

“Pada awal 1920 dan 1930-an, temperatur cukup tinggi, sama seperti yang saat ini terjadi. Dan ini memberikan dampak mencairnya gletser. Saat itu, banyak gletser yang mencair dengan kecepatan serupa atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan mencairnya gletser selama 10 tahun terakhir,” kata Kurt Kjaer, peneliti dari Natural History Museum of Denmark.

“Dan saat dunia menjadi lebih dingin, di antara tahun 1950-an dan 1960-an, gletser benar-benar meluas,” ucapnya.

Kjaer menyebutkan, jika kenaikan temperatur seperti saat ini berlanjut di Greenland, maka bisa dipastikan kita akan menghadapi masalah besar terkait melelehnya gletser. “Kita sudah melihat ini terjadi di mana gletser telah menghancurkan kehidupan laut, mengubah arus samudera, dan mempengaruhi stabilitasnya,” sebutnya.

“Satu hal penting yang kami temukan adalah bahwa perubahan yang terjadi tidak saja lokal, tetapi berlangsung di seluruh kawasan,” kata Kjaer.

Temuan tim peneliti Denmark ini sontak menarik perhatian dunia internasional karena Greenland merupakan kawasan penting di belahan bumi utara yang sangat mempengaruhi iklim belahan bumi lainnya. Termasuk perubahan pada kondisi glasial yang ada kaitannya dengan peningkatan permukaan air laut.
Sumber: PhysOrg

Hutan Mangrove Indonesia Terus Berkurang


Hutan Mangrove Indonesia Terus Berkurang

Berdasarkan data tahun 1999, luas wilayah mangrove yang terdapat di Indonesia yakni total 8,6 juta hektare. Namun sejak rentang 1999 hingga 2005, hutan bakau itu sudah berkurang sebanyak 5,58 juta hektare atau sekitar 64 persennya. Saat ini hutan mangrove di Indonesia yang dalam keadaan baik tinggal 3,6 juta hektar, sisanya dalam keadaan rusak dan sedang.

Ini dipaparkan di dalam diskusi dan workshop Pengembangan Ekowisata untuk Mendukung Konservasi Mangrove yang digelar Kementerian Kehutanan dan Japan International Cooperation Agency (JICA), Selasa (29/5) lalu di Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut peneliti Fakultas Kehutanan di Universitas Gadjah Mada, Siti Nurul Rofiqo, pada kesempatan itu, faktor yang mempengaruhi menurunnya jumlah luasan mangrove adalah pembukaan lahan (deforestasi) di daerah pesisir yang mengakibatkan sejumlah persoalan, seperti abrasi dan lain-lain.

Mangrove sebagai salah satu sumber daya alam yang tumbuh di kawasan pantai, merupakan ekosistem unik. Ekosistem hutan mangrove menjadi ekosistem penyambung atau interface antara daratan dan lautan.

Dampak hilangnya mangrove mulai dirasakan oleh masyarakat daerah pesisir. Rupanya hutan mangrove tak cuma memiliki fungsi ekologis, melainkan juga fungsi ekonomis. Muzayin, seorang warga Desa Wringin Putih Muncar, mengatakan setelah mangrove berkurang drastis di daerahnya tersebut, tangkapan ikan, kepiting, serta kerang pun berkurang.
Sumber: Kompas

Harta Karun Bernilai Rp413 Miliar di Laut Indonesia


Harta Karun Bernilai Rp413 Miliar di Laut Indonesia

Porselen berwujud mangkuk, piring, dan cangkir yang diperkirakan berasal dari zaman Dinasti Ming di China ditemukan di laut Indonesia, di rute menuju Jakarta, pada tahun 2008. Tidak disebutkan lokasi spesifik penemuan ini, hanya disebutkan berjarak 150 kilometer dari pantai Ibu Kota di kedalaman 60 meter. Pada operasi pengangkatan di tahun 2010, ditemukan 38.000 porselen dan hingga sekarang tercatat ada 700.000 item yang ditemukan.

Rencananya harta karun bernilai Rp413 miliar akan diangkat oleh perusahaan Portugal yang berbasis arkeologi bawah laut, Arqueonautas Worldwide SA (QOW). Melalui CEO-nya Nikolaus Graf Sandizell, QOW dikatakan akan mengambil harta ini tahun depan. Lamanya waktu pengangkatan karena izin yang sengaja ditunda oleh Pemerintah Indonesia.

Pengangkatan ini, dikatakan Sandizell, harus segera dilakukan untuk mencegah kehilangan. Berbagai faktor bisa memicunya, mulai dari jaring nelayan, eksplorasi minyak, pipa bawah laut, hingga tangan usil para penjarah. “Kami ingin menarik perhatian atas cepatnya harta karun ini menghilang. Dalam waktu sepuluh tahun, ini semua akan terlambat,” ujar Sandizell seperti dilansir Bloomberg, Selasa (29/5).

Biaya pengangkatan harta karun yang disebut cagar budaya oleh Pemerintah Indonesia ini memakan biaya yang tidak sedikit, sekitar Rp60,5 miliar. Ini belum ditambah biaya platform buatan di atas laut untuk penempatan sementara hasil yang baru diangkut.

Namun, menurut Sekretariat Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), pengangkatan ini belum mendapat izin. Karena BMKT masih menunggu Peraturan Pemerintah turunan dari UU No 11 2010 tentang cagar budaya,

“Izin saat ini tidak keluarkan lagi, semuanya masih moratorium,” kata Adria Yuki, salah satu anggota di Seksi BMKT saat berbincang dengan National Geographic Indonesia, Rabu (30/5).

Pihak BMKT juga sudah mengenal Sandizell karena sempat melakukan presentasi untuk penelitian dan konservasi harta karun yang ditemukan di  Indonesia pada April 2012. Jika memang ada sebagian dari harta ini yang dijual, maka hasilnya akan dibagi dua antara Pemerintah Indonesia dengan perusahaan yang mengambilnya. Hanya saja belum ada pembagian persentase barang yang belum dijual.

“Hasil pengangkatan ini tidak boleh dibawa ke luar negeri, hanya boleh dijual di Indonesia. Sebagian dana ini nantinya juga akan untuk penyelamatan cagar budaya Indonesia,” kata Yuki lagi.

Namun, belum adanya rambu-rambu perizinan bukan artinya cagar budaya Indonesia berupa harta karun ini aman dari penjarahan. Di tahun 1986, Michael Hatcher asal Australia dituding mengambil bernilai triliunan rupiah dari laut Indonesia. Hal ini berlanjut hingga tahun 1999 dan 2010 di mana ia dilaporkan mengambil harta karun di Subang, Jawa Barat.

Besarnya cakupan laut Indonesia, ditambah minimnya pengawasan jadi salah satu faktor kemudahan pencurian ini. Menurut data dari BMKT dan LIPI, saat ini ada 463 titik peninggalan harta karun di Tanah Air tapi baru dilakukan sepuluh pengangkatan. Data UNESCO menyebut, ada tiga juta kapal yang bangkainya teronggok di dasar lautan. 50.000 di antaranya mengandung harta bernilai yang berusia ribuan tahun.
Sumber: Bloomberg

Jepang Perkenalkan Smartphone Pendeteksi Nuklir


Jepang Perkenalkan Smartphone Pendeteksi Nuklir

Raksasa internet dan telekomunikasi Jepang, Softbank, mengeluarkan smartphone terbaru yang mampu mendeteksi radiasi nuklir, Selasa (29/5). Dinamai ‘Pantone 5’, smartphone ini diproduksi sesama pabrikan besar Negeri Sakura, Sharp.

Pantone 5 dilengkapi dengan sensor yang memungkinkan pengguna untuk menyentuh satu tombol saja dan mengetahui seberapa besar paparan radiasi yang mereka terima. Aplikasi dalam smartphone ini juga bisa merekam lokasi mana saja yang sudah terpapar –lokasi yang tentunya sudah disinggahi telepon ini bersama penggunanya.

Smartphone yang mulai dirilis Juli 2012 mendatang ini diklaim bisa mendeteksi paparan sinar gamma dalam rentang 0.05-9.99 microsieverts per jam.

Sebelumnya, operator Jepang lainnya NTT DoCoMo dalam tech-fair tahun lalu sempat memamerkan smartphone dengan casing yang bisa mengukur level radiasi. Namun, saat itu mereka belum memastikan kapan tepatnya produk ini akan dirilis secara komersil.

Ide smartphone pendeteksi nuklir ini didasari pengalaman Jepang yang beberapa kali terkena bencana nuklir. Mulai dari dijatuhkannya bom nuklir di dua kota, Hiroshima dan Nagasaki, Agustus 1945. Bencana yang sekaligus menutup kedigdayaan Jepang di Perang Dunia II.

Bencana terakhir terjadi setelah reaktor Fukushima mengalami kebocoran pasca gempa dan tsunami di Maret di 2011. Kebocoran ini menjadi bencana nuklir terburuk kedua di dunia setelah Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986.
Sumber: Physorg

Android Bikin Pekerja TI Makin Sibuk


Android Bikin Pekerja TI Makin Sibuk

Berbagai macam perangkat mulai digunakan para pelaku bisnis untuk mengakses data perusahaan. Namun Android diklaim memberikan tantangan tersendiri bagi divisi TI di sebuah perusahaan.
Memang, demi menjaga keamanan data di perusahaan, biasanya divisi TI memberlakukan berbagai peraturan khusus. Hal ini mungkin bukan masalah jika para karyawan hanya menggunakan komputer desktop yang ada di kantor.

Namun kini berbeda, menurut Symantec banyak karyawan yang sudah menggunakan gadget untuk mengakses data perusahaan. Terutama mereka yang bekerja secara mobile.

“Perusahaan sudah tak bisa lagi membatasi perangkat yang diizinkan untuk mengakses jaringan mereka. Justru tantangan mereka adalah bagaimana cara untuk mengamankan akses data tersebut,” kata Raymond Goh, Senior Director System Engineering Asia South Region, Symantec.

Namun dari berbagai perangkat yang biasa dipakai untuk mengakses jaringan di perusahaan, tantangan terbesar justru datang dari Android, bukan iOS atau BlackBerry.

“Kalau BlackBerry perusahaan tak perlu repot, karena sistem keamanannya sudah dikelola oleh Research In Motion (RIM) melalui BlackBerry Enterprise Services (BES). Kalau iOS, sedikit lebih ketat karena hanya bisa menginstal melalui iTunes. Kalau Android? Wow!” tambah Raymond.

Menurut Symantec Android punya banyak sekali celah. Mulai dari sifatnya yang terbuka, mudahnya instal aplikasi dari berbagai sumber dan lainnya. Hal inilah yang kadang dimanfaatkan peretas usil untuk melancarkan aksinya.

“Mau tidak mau kecolongan, divisi TI harus membuat kebijakan yang berlaku di lintas platform,” tandas Raymond di Le Meriden Hotel, Kamis (31/5/2012).

Sumber : Detikinet

Sektor Minyak Iran Diserang Virus Flame


Sektor Minyak Iran Diserang Virus Flame

Iran lagi-lagi harus berhadapan dengan serangan cyber. Pejabat senior Iran mengklaim jaringan komputer yang menangani sektor minyak Iran diserang salah satu virus komputer paling perkasa saat ini, Flame.

Virus ini seperti dilansir Bloomberg, Kamis (31/5/2012), punya kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya, yakni ‘menyambar’ setiap data yang ada dan ‘menguping’ di komputer si pengguna.

“Para ahli di Iran saat ini telah memproduksi semacam anti virus yang bisa mengidentifikasi dan membersihkan Flame dari komputer,” kata Ali Hakim Javadi, Deputi Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi Iran.

Tim penanganan serangan cyber nasional Iran menyebutkan, virus Flame memang sengaja diciptakan untuk fokus bekerja melakukan pengintaian. Namun hingga kini belum diketahui siapa yang membuat virus tersebut.

Iran adalah salah satu negara yang menjadi sasaran empuk serangan cyber. Negeri yang dipimpin Mahmoud Ahmadinejad ini beberapa kali dihadapkan pada serangan virus komputer. Tidak tanggung-tanggung, yang diserang adalah jaringan vital seperti sektor minyak dan nuklir.

Virus komputer perkasa lain yang tercatat pernah menyerang Iran antara lain Stuxnet dan Duqu. Hampir sama seperti Flame, kedua virus komputer ini dirancang untuk mengumpulkan informasi intelijen.

Sumber : Detikinet

3 Virus Komputer Paling Perkasa


3 Virus Komputer Paling Perkasa

Beberapa virus komputer punya kemampuan sangat canggih. Tujuannya memang bukan sekadar mengganggu sistem semata, namun sudah sebagai senjata dalam perang cyber.
Ya, beberapa virus konon diciptakan negara tertentu untuk menyerang negara lainnya. Meski belum terungkap siapa sebenarnya dalangnya, virus itu memang sangat kompleks sehingga dinyatakan disponsori pembuatannya oleh pemerintah tertentu.

Virus apa saja yang dinilai paling powerful? Berikut di antaranya seperti disarikan detikINET dari berbagai sumber:

Stuxnet

Stuxnet ditemukan Juni 2010 dan dibuat dengan tujuan spesifik, untuk mengganggu infrastruktur nuklir Iran. Selain memiliki kode yang terbilang canggih, Stunex juga diperkirakan telah menghabiskan dana yang besar untuk pembuatannya, mungkin jutaan dolar.

Worm itu menargetkan sistem khusus ‘supervisory control and data acquisition’ (SCADA). SCADA digunakan untuk mengendalikan sistem pipa, pembangkit listrik tenaga nuklir dan perangkat manufaktur lainnya di Iran. Lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa Stuxnet dirancang untuk melakukan pencegatan perintah spesifik dari SCADA ke fungsi tertentu.

Stuxnet menjadi terkenal karena menjadi bukti pertama adanya serangan yang sangat spesifik alias targetted attack. Beberapa perangkat sentrifusa pengayaan uranium, yang dibutuhkan dalam menjalankan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir tertentu di Iran, dikatakan telah mengalami kerusakan akibat Stuxnet.

Kendati sekarang virus ini kabarnya sudah tertanggulangi, siapa dalangnya masih menjadi misteri. Iran menuduh negara barat dan Israel adalah negara pembuatnya.

Duqu

Sesudah huru-hara yang ditimbulkan Stuxnet, muncul lagi virus komputer tidak kalah canggih yang dinamakan Duqu yang muncul akhir tahun 2011. Virus Duqu kembali menyasar sistem komputer di Iran. Microsoft menyebutkan, virus itu mengambil keuntungan dari kerentanan Windows untuk menyuntikkan kode jahat pada ‘jantung’ sistem komputer.

Kesamaan sifat Duqu dan Stuxnet memunculkan spekulasi bahwa malware ini dibuat oleh orang yang sama atau penjahat cyber di balik Stuxnet memberikan kode ke pengembang Duqu. Namun dugaan ini hingga sekarang belum terbukti.

Meski mirip Stuxnet, Duqu dirancang untuk mengumpulkan informasi intelijen guna melakukan serangan lanjutan pada sistem kontrol industri. Adapun Stuxnet dirancang untuk menyerang sistem kontrol komputer buatan raksasa industri asal Jerman Siemens.

Sebagian besar infeksi virus Stuxnet ditemukan di Iran. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa serangan tersebut sengaja dilakukan untuk menyabotase fasilitas nuklir milik negeri yang dipimpin Ahmadinejad tersebut. Dan lagi-lagi belum ketahuan siapa dalangnya.

Flame

Flame adalah sebuah virus komputer baru yang disebut-sebut paling canggih. Virus berukuran 20MB ini dilaporkan ditujukan terutama untuk menyerang Iran dan beberapa negara di Timur Tengah.

Terlacak oleh vendor anti virus Kaspersky, virus ini dinyatakan sangat rumit, sekitar 20 kali lipat lebih powerful dibanding program cyberwarfare lain yang telah terdeteksi. Stuxnet pun dinyatakan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Flame.

Flame punya kemampuan canggih. Seperti mengumpulkan data rahasia, mengubah setting komputer secara remote, menghidupkan mikrofon komputer untuk merekam pembicaraan, mengambil screenshot dan mengkopi pembicaraan di instant messaging.

Siapa yang membuat belum diketahui. Kaspersky menyatakan butuh waktu tahunan untuk sepenuhnya bisa memahami cara kerja dan kemampuan Flame. Beberapa pihak menyatakan, dengan kecanggihannya Flame menandai era baru perang cyber.

Sumber : Detikinet Dan Berbagai Sumber

Juni 2012, Produksi Mobil Listrik Massal Dimulai di Indonesia


Juni 2012, Produksi Mobil Listrik Massal Dimulai di Indonesia

Pemerintah menargetkan pada bulan depan akan merealisasikan mobil listrik yang hemat energi serta ramah lingkungan. Bahkan produksinya pun akan dibuat massal, tak hanya untuk angkutan pribadi, melainkan juga publik.

“Pemerintah sepakat untuk mengembangkan transportasi hemat energi dan ramah lingkungan. Kedepannya akan lebih banyak menggunakan electric transportation,” papar Presiden Susilo Bambang Yudoyono, di Yogyakarta, Jumat (25/5).

Ia menegaskan Indonesia berkomitmen akan menggunakan sistem hybrid untuk mengurangi penggunakan bahan bakar minyak yang sangat tinggi. Sistem hybrid dinilai lebih hemat karena sepenuhnya menggunakan listrik. “Harapannya kendaraan ini akan sepenuhnya menggantikan BBM karena BBM membebani anggaran negara dan mencemari lingkungan,” kata Presiden lagi.

Untuk pengembangannya, pemerintah akan terus melakukan riset dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Sebab, pengembangannya akan mempengaruhi teknologi dan regulasi, serta akan diarahkan untuk investasi dan dunia usaha.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan optimis bahwa mobil listrik ini bisa diproduksi Juni mendatang. “Komponennya masih ada yang import,” tambahnya, di Yogyakarta, saat bersama rombongan presiden.

Pemerintah tengah mengerjakan proyek mobil listrik yang diklaim sebagai produksi lokal. Dalam pembuatannya, pemerintah menggandeng para ahli yang terkenal dengan sebutan “Empat Putra Petir.” Namun, hingga saat ini konsep dan bentuknya masih masih dirahasikan karena khawatir akan ditiru oleh negara lain.

Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia akan mengembangkan geotermal serta batu bara untuk menambah kebutuhan energi di Indonesia. Presiden mengaku bahwa kebutuhan energi di Indonesia kian meningkat dan perlu mengoptimalkan sumber energi lain yang ada di Indonesia.

National Geographic Indonesia

Sumber :  National Geographic Indonesia

Bumi Butuh 10 Juta Tahun Untuk Pulih


Bumi Butuh 10 Juta Tahun Untuk Pulih

Bukti penelitian yang dilakukan oleh Zhong-Qiang Chen dari China University of Geosciences dan Michael Benton dari University of Bristol, menunjukkan bahwa proses pemulihan bumi yang dikarenakan pemusnahan massal membutuhkan waktu sepuluh juta tahun.

Menurut penelitian mereka, ada dua hal yang membuat lamanya proses pemulihan, yaitu akibat dari krisis tersebut dan kondisi suram yang terus terjadi setelah Bumi musnah.

“Sulit untuk membayangkan bagaimana mudahnya kehidupan dapat dibunuh, namun hal ini merupakan krisis terbesar yang pernah terjadi dalam hidup,” ujar Chen.

Kondisi krisis dan pemusnahan ini akan terus terjadi hingga lima atau enam miliar tahun lagi karena siklus karbon, krisis oksigen, dan efek lainnya dari pemusnahan.

Walaupun beberapa hewan dapat dengan mudah membentuk ekosistemnya kembali, tetapi pemulihan itu tidak akan stabil karena ekosistem permanen belum terbentuk. Setelah krisis lingkungan tidak terlalu parah, maka ekosistem permanen dapat muncul.

Benton mengatakan bahwa kemusnahan massal adalah sesuatu yang negatif di mata masyarakat. “Namun, setelah proses yang panjang, kehidupan mulai kembali dan ekosistem baru terbentuk, evolusi berulang,” jelasnya. Mungkin kita dapat belajar sesuatu dari peristiwa kuno ini.

Sumber: physorg