Kisah Ayam Pengukur Badai Matahari


Kisah Ayam Pengukur Badai Matahari

Matahari mengalami badai radiasi terparah pada bulan lalu. Satelit dilempari berbagai partikel. Aurora bersinar kuat pada kedua kutub bumi. Pelajar SMA di Bishop, California, Amerika Serikat tahu apa yang harus dilakukan. Mereka meluncurkan ayam karet ke stratosfir.

Para siswa ini menerbangkan balon helium dan memuat mainan karet berbentuk ayam bernama Camilla. Maskot Solar Dynamics Observatory (SDO) ini dikirim ke ketinggian 120 ribu kaki. Ayam ini akan terekspos kekuatan energi proton solar pada jarak dekat.

“Kami melengkapi Camilla dengan sensor pengukur radiasi,” ujar pelajar SMA Bishop, Sam Johnson seperti dikutip dalam laman Nasa.gov.

Peluncuran ayam karet untuk mengukur badai matahari mungkin terdengar aneh. Tapi, siswa ini memiliki alasan yang menarik. Mereka sedang melakukan proyek astrobiologi.

“Akhir tahun ini kami berencana untuk meluncurkan spesies mikroba untuk mengetahui apakah mereka dapat hidup pada batas angkasa. Ini adalah penerbangan pengintaian,” ujar anggota kelompok Rachel Molina yang baru berusia 17 tahun.

Penggemar angkasa luar banyak yang telah akrab dengan sosok Camilla. Ayam ini menjadi maskot Observatori Dinamika Surya NASA. Dengan bantuan sang penjaga dari Universitas Stanford, Romeo Durscher, Camilla memiliki lebih dari 20.000 follower Twitter, Facebook, dan Google +. Isi statusnya seputar misi terbaru NASA. Ternyata, ayam ini populer pula di jagat dunia maya.