2 Teleskop Mata-mata AS Kini di Tangan NASA


2 Teleskop Mata-mata AS Kini di Tangan NASA

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menerima hibah dua teleskop mata-mata dari Badan Pengintai Nasional atau National Reconnaissance Office (NRO)–yang bertugas merancang, membangun, serta mengoperasikan satelit mata-mata milik pemerintah AS.

Diklaim, dua teleskop tersebut masing-masing punya kemampuan lebih kuat daripada teleskop Hubble milik NASA–yang sudah 22 tahun digunakan dan rajin mengirim gambar menakjubkan dari luar angkasa.

Dua satelit NRO tersebut punya cermin utama yang lebarnya 2,4 meter, menyaingi yang terpasang di teleskop Hubble. Ia juga punya cermin sekunder untuk mempertajam gambar.

Seperti dimuat Space.com, dua alat mata-mata itu awalnya dibuat untuk misi pengintaian dari luar angkasa NRO dengan target Bumi. Oleh NASA ia akan dipakai untuk kepentingan penelitian astronomi.

Baik NASA atau NRO tidak merinci secara pasti desain asli atau misi mata-mata yang pernah dilakukan dua teleskop itu. Juga, negara “nakal” mana yang jadi targetnya.

Meski gratis, ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan sebelum bisa menggunakannya. Yang utama, adalah soal dana.

Pertama, dua teleskop itu tak punya kamera yang dibutuhkan NASA. Juga, karena ia belum mengangkasa, perlu duit banyak untuk meluncurkannya. Tak hanya itu, sekali diluncurkan ia harus punya orang-orang untuk mengoperasikannya dan kelompok ilmuwan yang meneliti dan menerjemahkan data yang ia kumpulkan.

Kabar buruknya, NASA tak punya dana cukup untuk itu. Anggaran lembaga itu sedang tersedot untuk teleskop James Webb yang dirancang untuk meneropong jauh luar angkasa–yang punya sejarah panjang 13,7 miliar tahun. Oleh karena itu, dijadwalkan, dua teleskop yang belum diberi nama itu baru akan mengangkasa pada tahun 2020.

NASA berharap bisa menggunakan salah satu teleskop barunya untuk mengungkap misteri “dark energy“–“energi gelap” yang diyakini para ilmuwan bertanggung jawab mempercepat ekspansi alam semesta.

Menurut NASA, dua tampilan teleskop itu punya kemiripan dengan teleskop Hubble: bentuknya silinder dan punya insulasi reflektif yang mengkilap.

Sementara itu, teleskop Hubble yang diluncurkan tahun 1990 berukuran sebesar bus sekolah. Sudah lama ia menjadi ikon asronomi. Namun, teropong luar angkasa itu makin menua. Sejak diluncurkan, ia telah diperbaiki atau di-upgradeselama lima kali, terakhir kali pada tahun 2009 lalu.

Pada akhirnya, suatu saat nanti, Hubble akan dinonaktifkan dan dicemplungkan ke atmosfer Bumi, di atas Samudera Pasifik.

Sumber : Space.com

Tiga Pesawat AS Lumpuh Kena Busa


Tiga Pesawat AS Lumpuh Kena Busa

Kecelakaan pesawat tidak hanya terjadi dalam sebuah penerbangan. Insiden kecil dalam sebuah hanggar di Florida, Amerika Serikat juga bisa melumpuhkan pesawat. Gara-garanya, hanggar Eglin Air Force Base Florida dipenuhi dengan busa.
Insiden ini terjadi setelah pencegah sistem kebakaran meledak karena percikan dari aktivitas tukang las secara tidak sengaja. Akibatnya, generator peredam api penghasil busa yang tergantung dari langit-langit hanggar bocor. Pesawat-pesawat yang masih berada dalam hanggar mandi busa.

Berdasarkan laporan Gizmodo.com, busa tersebut hanya perlu waktu dua menit untuk menenggelamkan pesawat dalam hanggar seluas 90.000 kaki persegi dengan tinggi lebih dari tiga kaki.

Saat insiden terjadi, dalam hanggar terdapat pesawat F-15 atau Fighting Falcon ke 85 milik Test and Evaluation Squadron atau skuadron uji dan evaluasi. F-15 merupakan pesawat tempur taktis segala cuaca yang dirancang untuk mempertahankan superioritas udara dalam pertarungan di langit.

Menurut Theaviationist.com, pesawat ini dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini pertama kali terbang pada Juli 1972.

Pesawat kedua yang mandi busa yaitu pesawat F-16 dari FLTS Flight Test Squadron atau Skuadron Uji Terbang. Pesawat ini F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik.

Kecanggihan tampak dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan dan gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi.

Sumber : Vivanews