IDC: Digerogoti Windows Phone, Android akan Melemah


IDC: Digerogoti Windows Phone, Android akan Melemah

Penjualan perangkat dengan sistem operasi Android diprediksi mencapai puncaknya pada tahun 2012 ini. Kemudian akan mentok dan turun pangsa pasarnya karena digerogoti OS Windows Phone dari Microsoft.

Prediksi tersebut dikemukakan oleh biro riset terkemuka, IDC. Menurut mereka, tahun ini pangsa pasar smartphone Android akan mencapai titik puncak 61%, kemudian berhenti tumbuh dan menurun.

Tahun 2016, Android memang diperkirakan masih akan memimpin namun pangsa pasarnya jadi 52,9%. Nah, Windows Phone saat itu diproyeksi menempati posisi runner up dengan raihan 19,2%. Ia menyalip atau setara dengan Apple iOS yang diprediksi meraih 19% market share.

Memang saat ini, pangsa pasar Windows Phone hanya 5,2%. Namun menurut IDC, masih cukup kuatnya posisi Nokia sebagai pendukung utama Windows Phone dan kedatangan Windows Phone 8 akan memperkuat posisinya.

Lalu bagaimana dengan nasib BlackBerry? Dilansir InformationWeek dan dikutip detikINET, Kamis (7/6/2012), pangsa pasarnya diperkirakan hanya 5,6% saja pada tahun 2016.

Masih menurut IDC, pasar ponsel dunia akan tumbuh 4% tahun ini. Ponsel jenis feature phone masih akan dominan dengan kekuasaan 61,6%. Sisanya adalah smartphone.

Sumber : Detikinet 

Ada ‘MacBook Air’ Dibenamkan Android 4.0


Ada ‘MacBook Air’ Dibenamkan Android 4.0

Jika Anda menyukai desain dan gaya MacBook Air, tetapi belum mempunyai cukup uang untuk membeli notebook premium buatan Apple tersebut? Jangan khawatir, karena Anda pun bisa bergaya dengan menenteng komputer jinjing tersebut dengan harga terjangkau.

Di pameran komputer Computex, di Taipei, Taiwan, ada MacBook Wannabe yang disebut N2-A. Sekilas desain ketipisan notebook ini sangat mirip sekali dengan MacBook Air.

Laptop N2-A ini sendiri merupakan buatan pabrikan Thread Technology Company. Ukurannya menggunakan layar LED backlight berukuran 13.3 inch. Sementara untuk menunjang performanya disematkan prosesor ARM Cortex A8 1,2 Ghz dan RAM 1GB. Plus tambahan penyimpanan internal 1GB.

Menariknya, sistem operasi di ‘MacBook Air’ ini menggunakan Android 4.0 yang biasa dipasangkan dengan perangkat genggam, seperti ponsel. Menarik memang melihat antarmuka Android ada di notebook.

Beberapa fitur lain juga ditambahkan, seperti USB 2.0, SD Card slot, port HDMI, baterai 4200 mAh dan tentu saja papan keyboard full qwerty seperti laptop pada umumnya.

Harganya juga tidak terlalu mahal. ‘MacBook Wannabe‘ ini dibanderol dengan harga USD 149 atau sekira Rp 1,4 jutaan. Demikian yang detikINET kutip dari Engadget, Jumat (8/6/2012).

Sumber : Detikinet 

Android Bikin Pekerja TI Makin Sibuk


Android Bikin Pekerja TI Makin Sibuk

Berbagai macam perangkat mulai digunakan para pelaku bisnis untuk mengakses data perusahaan. Namun Android diklaim memberikan tantangan tersendiri bagi divisi TI di sebuah perusahaan.
Memang, demi menjaga keamanan data di perusahaan, biasanya divisi TI memberlakukan berbagai peraturan khusus. Hal ini mungkin bukan masalah jika para karyawan hanya menggunakan komputer desktop yang ada di kantor.

Namun kini berbeda, menurut Symantec banyak karyawan yang sudah menggunakan gadget untuk mengakses data perusahaan. Terutama mereka yang bekerja secara mobile.

“Perusahaan sudah tak bisa lagi membatasi perangkat yang diizinkan untuk mengakses jaringan mereka. Justru tantangan mereka adalah bagaimana cara untuk mengamankan akses data tersebut,” kata Raymond Goh, Senior Director System Engineering Asia South Region, Symantec.

Namun dari berbagai perangkat yang biasa dipakai untuk mengakses jaringan di perusahaan, tantangan terbesar justru datang dari Android, bukan iOS atau BlackBerry.

“Kalau BlackBerry perusahaan tak perlu repot, karena sistem keamanannya sudah dikelola oleh Research In Motion (RIM) melalui BlackBerry Enterprise Services (BES). Kalau iOS, sedikit lebih ketat karena hanya bisa menginstal melalui iTunes. Kalau Android? Wow!” tambah Raymond.

Menurut Symantec Android punya banyak sekali celah. Mulai dari sifatnya yang terbuka, mudahnya instal aplikasi dari berbagai sumber dan lainnya. Hal inilah yang kadang dimanfaatkan peretas usil untuk melancarkan aksinya.

“Mau tidak mau kecolongan, divisi TI harus membuat kebijakan yang berlaku di lintas platform,” tandas Raymond di Le Meriden Hotel, Kamis (31/5/2012).

Sumber : Detikinet

Android, Bukti Sahih Geliat Open Source


Android, Bukti Sahih Geliat Open Source

 

 

 

 

 

 

 

Di era 90-an, open source ramai diperbincangkan karena baru diperkenalkan di Indonesia. Kini, semakin banyak orang yang memakai, bahkan perlahan mulai membangun industri. Contohnya, Android.
“Seperti internet, dulu ramai orang memperbicangkan. Tapi kini, sudah banyak orang pakai jadi tidak begitu lagi. Begitu juga dengan open source ketika baru diperkenalkan sekitar 97-an atau 98-an,” kata salah satu penggiat open source I Made Wiryana.

Dikatakannya, saat ini ada banyak orang yang memakai open source untuk berbagai macam keperluan. Open source menurutnya tak lagi ramai diperbincangkan, tapi wujudnya sudah pada penggunaan. Bahkan disebutkannya, sudah diserap menjadi aturan pemerintah.

“Contohnya open document format (ODF), itu kan sudah diserap menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang artinya resmi diakui pemerintah sebagai suatu standard. Itu contoh progres yang menunjukkan open source sudah diterima,” paparnya, ditemui di Universitas Gunadarma, Depok.

Dimodifikasi untuk membangun industri, menurutnya adalah taraf berikutnya setelah diperkenalkan dan dipakai. Saat ini di Indonesia, arahnya rupanya sudah mengacu ke sana. Dikatakannya, semakin banyak produk yang basisnya open source.

Pria berkacamata ini memberi contoh, geliat Android. “Itu kan basicnya Linux. Sekarang banyak handphone lokal yang pakai Android yang sudah diotak-atik,” kata Made.

Dicontohkan Made, animo developer Android sangat besar untuk membuat aplikasi di platform tersebut. Karena Android memberikan peluang lebih besar bagi mereka. Bagi developer, membangun aplikasinya dan proses ke pasarnya lebih mudah dibandingkan membuat aplikasi untuk platform yang bersifat propietary.

“Kalau di propietary misalnya diharuskan sign in ini itu sebelum ke market. Harus dapat digital signature. Itu bukan hanya biaya bayarnya, tapi proses membayarnya itu juga tidak mudah. Jadi bagi developer muda yang istilahnya casual programming, belum menjadi full developer kan harus invest waktu, itu poinnya,” jelasnya.

Selain produk Android, disebutkan Made masih banyak contoh produk berbasis open source lainnya seperti solusi Voice over Internet Protocol, solusi intranet, solusi content management system dan lain-lain. Ini pertanda, perlahan-lahan open source di Indonesia mulai berkembang membangun sebuah industri.

“Bisa dikatakan, kita sekarang berada di level itu lah di Indonesia. Walaupun tidak kelihatan tapi pelan-pelan ke arah sana,” ujarnya

Sumber : Detikinet

Serba 5 di Ultah ke-5 Android


Serba 5 di Ultah ke-5 Android

 

 

 

 

 

 

Pada 5 November 2012 nanti, Android akan merayakan hari jadinya yang ke-5. Akan ada kejutan serba 5 yang Google berikan untuk sistem operasi mobilenya tersebut.


Beberapa rumor menyebutkan, Google akan memperkenalkan versi terbaru dari Android 5.0 atau yang dikenal juga Jelly Bean.

Tidak cukup sampai di situ, kabar lain mengatakan, di hari kelahirannya yang kelima pada tanggal 5 November tersebut, Google akan memperkenalkan 5 Nexus yang baru sekaligus.

“Dari sumber terdekat Google, kami berekspektasi pada 5 November akan ada 5 Nexus baru diperkenalkan. Kenapa 5 November? Karena di hari itu Google merayakan hari jadi Android yang ke-5,” tulis blog teknologi TalkAndroid, yang dikutip detikINET, Kamis (24/5/2012).

Bila ditelisik lebih jauh, memang terkesan bertebaran angka 5. Mulai dari tanggal 5 November, ulang tahun ke-5, Android baru versi 5.0 hingga 5 Nexus baru. Serba kebetulan? Bisa jadi, karena hal tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Google sendiri.

Sejarahnya Android beta diperkenalkan pertama kali pada November 2007. Selang setahun kemudian, versi komersial dari Andoroid 1.0 meluncur pada 23 September dengan HTC Dream sebagai ponsel Robot Hijau pertama.

Sumber : Detikinet

17 Aplikasi Berbahaya di Android


17 Aplikasi Berbahaya di Android

Android memang sudah begitu populer, namun hal ini juga berdampak pada serbuan aplikasi jahat yang semakin deras. Seperti 17 aplikasi mobile berbahaya ini yang disinyalir masih berkeliaran bebas di Google Play.
Perusahaan keamanan Trend Micro menyatakan bahwa Google Play memang pernah melakukan aksi bersih-bersih untuk menyapu sejumlah aplikasi berbahaya. Namun hal itu tidak serta-merta menuntaskan ancaman yang ada.

“Aplikasi yang lebih berbahaya masih terlihat di market place resmi dan merugikan pengguna,” tukas Trend Micro dalam keterangannya yang diterima detikINET, Selasa (15/5/2012).

“Secara keseluruhan, kami telah menemukan 17 aplikasi mobile berbahaya yang masih bebas didownload dari Google Play. Dimana 10 aplikasi yang menggunakan AirPush berpotensi menghadirkan iklan yang mengganggu dan terlihat menonjol bagi pengguna, serta 6 aplikasi yang berisi kode malware Plankton,” lanjutnya.

Berikut 17 aplikasi berbahaya yang dimaksud Trend Micro.


Di antaranya, satu aplikasi yang secara eksplisit menggambarkan dirinya sebagai aplikasi mata-mata. Ancaman ini dikenal dengan nama ANDROIDOS_PDASPY.A. Sistem kerjanya meliputi lokasi pelacakan ponsel, panggilan telepon, dan pesan.

Sebagian besar aplikasi yang ada di atas telah didownload ribuan kali. Aplikasi PDASpy misalnya telah didownload lebih dari 100.000 kali.

Pengguna yang tidak mengaktifkan aplikasi mobile security pun dapat terganggu dengan adanya iklan (AirPush) atau aplikasi (Plankton) yang berbahaya karena terkoneksi dengan C&Cs.

“Kami menemukan aplikasi ini sebagai bagian dari upaya Mobile App Reputation (MAR). Kami terus memantau keduanya, baik aplikasi resmi maupun dari pihak ketiga. Untuk kedua aplikasi terbaru yang diupload dan aplikasi populer untuk kemudian diperiksa,” pungkas Trend Micro.

Pakai Open Source Bikin Kita Lebih Pintar


Pakai Open Source Bikin Kita Lebih Pintar

Menggunakan aplikasi open source menjanjikan begitu banyak keuntungan ketimbang software berbayar. Salah satunya membuat penggunanya lebih cermat dan lebih memahami tentang cara kerja aplikasi.
Demikian kata Made Wiryana, salah satu penggiat open source. Menurutnya, di Indonesia saat ini mayoritas pengguna masih sangat tergantung aplikasi proprietary, software dengan kode tertutup yang hanya diketahui sang pembuatnya.

Kondisi seperti ini diklaim Made sangat memprihatinkan, dan sebisa mungkin dihindari. Sebab dengan menggunakan aplikasi open source, ketergantungan seperti itu katanya tidak hanya hilang, tapi juga membuat para penggunanya semakin cermat dan pintar.

“Kalau pakai open source kan kita bisa melihat bagaimana software ini berkerja, karena memang semuanya terbuka. Coba kalau proprietary, apanya yang mau dilihat, orang semuanya serba tertutup,” jelas Made kepada detikINET.

Pengguna yang sudah terbiasa memakai aplikasi open source juga diklaim akan lebih beradaptasi dengan aplikasi baru, berbeda dengan mereka yang sering memakai sistem operasi berbayar.

“Saya yakin, Anda yang biasa pakai Linux pasti sangat mudah sekali terbiasa dengan aplikasi lain. Tapi kalau yang biasa pakai Windows, pasti langsung bingung saat menggunakan Linux,” tambah Wade.

Selain membuat penggunanya semakin pintar, keuntungan lain menggunakan open source adalah biaya yang lebih rendah. Hal ini akan sangat bermanfaat sekali bagi perusahan atau untuk instansi pemerintah yang masih banyak bergantung dengan aplikasi proprietary.

“Jadi daripada keluar duit untuk bayar lisensi, akan lebih baik jika dana tersebut dipakai untuk buat aplikasi open source. Kan ini bisa jauh lebih murah dan kita memegang source code-nya juga,” pungkas Made seusai peluncuran Ubuntu 12.04 LTS akhir pekan ini.

Sumber : Detikinet

Ponsel Windows Termurah Nokia Hadir di Indonesia


Ponsel Windows Termurah Nokia Hadir di Indonesia

Nokia mengumumkan Lumia 610 telah tersedia di pasar Indonesia. Windows Phone Nokia yang paling terjangkau ini terutama ditujukan pada kalangan muda dengan penampilan cukup menarik.
Nokia Lumia 610 akan tersedia dalam warna hitam, cyan, magenta dan putih. Handset ini mengikuti seri lainnya yang sudah hadir di pasaran, Lumia 800 dan Lumia 710.

“Nokia Lumia 610 akan memperkenalkan Windows Phone pada generasi baru pengguna smartphone dengan sesuatu yang sangat berbeda dari smartphone yang telah ada sekarang ini,” ucap Martin Chirotarrab, President Director, Nokia Indonesia dalam keterangan yang diterima detikINET.

Nokia Lumia 610 adalah seri Lumia pertama dengan Windows Phone 7.5. Smartphone ini memiliki kemampuan baru seperti dukungan Bahasa Indonesia, berbagi koneksi Wifi (WiFi Tethering) dan kemudahan mengubah profile jadi mode silent dengan membalikkan smartphone (flip-to-silence).

Nokia Lumia 610 menyediakan akses mudah ke jejaring sosial dan menggabungkan kontak mobile, email, Facebook dan Twitter di PeopleHub.
Terdapat layanan seperti Nokia Maps, Nokia Drive dan Nokia Music. Tersedia pula pilihan aplikasi di Windows Phone Marketplace.

Nokia Lumia 610 juga punya aplikasi Microsoft Office built-in. Aplikasi ini termasuk Word mobile, PowerPoint mobile, Excel mobile untuk mengelola dokumen, dan OneNote mobile. Dengan SkyDrive, file dokumen serta catatan dapat disinkronisasi, diakses dan diedit dari PC maupun telepon.

Nokia Lumia 610 akan tersedia di Nokia Lumia Stores dengan perkiraan harga retail Rp 2.250.000. Paket bundling khusus dengan Telkomsel Simpati – Free Unlimited Internet selama 3 bulan – akan tersedia untuk setiap pembelian, termasuk juga hadiah BH-111 di toko-toko tertentu.

Sumber : Detikinet

Tata Kota Humanis, Seimbang di Segala Bidang


Tata Kota Humanis, Seimbang di Segala Bidang

Indonesia membutuhkan perencanaan kota yang humanis. Keseimbangan faktor ekonomi, sosial, dan budaya menjadi kunci keseimbangan pembangunan kota. “Pembangunan saat ini cenderung hanya mementingkan aspek ekonomi, tanpa memperhatikan faktor sosial dan budaya. Bahkan, aspek alam pun seringkali diabaikan,” ujar Dosen Jurusan Aristektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, T Yoyok Wahyu Subroto dalam jumpa pers Festival Kota Gadjah Mada 2012 di UGM, Jumat (11/5).

Pembangunan yang tidak humanis, lanjutnya, akan menyebabkan konflik sosial dan krisis lingkungan. Fenomena ini membuat kondisi masyarakat terutama di perkotaan menemui kegagalan dalam menciptakan kehidupan yang manusiawi (humanis). Salah satu perencanaan kota yang tidak humanis adalah kecepatan konversi lahan pertanian menjadi non pertanian. Perubahan lahan menjadi pemukiman menjadi contohnya.

Pemukiman, papar Yoyok, menjadi trend pembangunan saat ini. Akibatnya, harga–harga tanah melambung tinggi. “Seperti di Yogyakarta, harga tanahnya termahal kedua di antara Bali dan Jakarta,” tambahnya.

Pembangunan pemukiman tak jarang menutupi tanah-tanah yang seharusnya tidak boleh ditutupi oleh bangunan yang menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem di bawahnya. Tak hanya itu, persoalan irigasi dan sanitasi juga menjadi dampak pemukiman. “Salah satu akibat yang lebih parah lagi adalah petani berubah menjadi buruh tani karena lahan mereka sudah hilang,” paparnya.

Fenomena perencanaan kota yang tidak humanis adalah berkurangnya ruang publik yang kini dijadikan ruang privat. Padahal sangat penting melakukan perencanaan kota yang menciptakan ruang nyaman dan efektif dalam mendukung kegiatan penduduknya. ”Masih sangat diperlukan kajian-kajian atau riset tentang perencanaan kota. Keterlibatan antara pemerintah dan akademisi pun masih perlu ditingkatkan.”

Ketua Pelaksana Festival Kota Gadjah Mada 2012 Wildan Abdurrahman pun tak menampik jika kota sangat membutuhkan perencanaan yang humanis. Humanis di sini, lanjutnya, lebih berpihak pada faktor manusia dan alamnya. Karena saat ini pembangunan dan kebijakan belum berpihak pada kedua hal tersebut.

Festival Kota Gadjah Mada 2102 akan dilangsungkan mulai besok, 12 Mei hingga 25 Mei mendatang. Dalam festival ini, akan dilangsungkan seminar, city campaign tentang isu-isu perkotaan, pameran kota, serta dialog dengan Kementerian Bappenas, Sultan DIY, dan Pemerintah DIY.

National Geographic Indonesia

Sumber : National Geographic Indonesia

Teknopolis, Gedung Berbasis Iptek Dibangun di Indonesia


Teknopolis, Gedung Berbasis Iptek Dibangun di Indonesia

Untuk menumbuhkembangkan wirausaha dan usaha berbasis teknologi, inkubasi teknologi menjadi salah satu strategi penting. Strategi ini bisa menjadi alat untuk mengakselerasi tingkat adopsi inovasi teknologi melalui mekanisme alih teknologi secara korporat. Khususnya untuk produk-produk hasil penelitian.

Strategi ini dijalankan Indonesia melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan membangun Gedung Inkubator Tekhnologi di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat. Pembangunannya dimulai Jumat pagi (11/5) dengan peletakan batu pertama secara simbolis.

Teknopolis atau technology park, sebutan gedung ini, telah didirikan di beberapa negara. Selain sebagai gedung berbasis tekhologi, Teknopolis juga jadi jembatan interaksi antara institusi penelitian dan akademisi dengan pihak industri.

Menurut Kepala LIPI Lukman Hakim, strategi penting dalam meningkatkan daya saing nasional adalah dengan memperpendek kesenjangan interaksi antara institusi penelitian dengan pihak industri. Namun, hal ini mengalami kendala dalam hal proses alih teknologi dari institusi sebagai pusat keilmuan kepada pengguna akhir.

Untuk mengatasinya, kata Deputi Jasa Ilmiah LIPI Fatimah Padmadinata, diperlukan sistem ketatalaksanaan yang tepat antara sumber iptek dan pengguna menurut format efektif dalam berkomunikasi. “Science and Technology Park merupakan salah satu jawaban untuk mengurangi permasalahan ini,” kata Fatimah.

Dalam Teknopolis ideal, terdapat inkubator teknologi dan harus memberikan asistensi untuk menghindari tiga kendala utama. Yakni dana inkubasi, riset, dan informasi untuk membentuk sebuah idustri skala kecil berbasis teknologi.

National Geographic Indonesia

Sumber :  National Geographic Indonesia