Teknopolis, Gedung Berbasis Iptek Dibangun di Indonesia


Teknopolis, Gedung Berbasis Iptek Dibangun di Indonesia

Untuk menumbuhkembangkan wirausaha dan usaha berbasis teknologi, inkubasi teknologi menjadi salah satu strategi penting. Strategi ini bisa menjadi alat untuk mengakselerasi tingkat adopsi inovasi teknologi melalui mekanisme alih teknologi secara korporat. Khususnya untuk produk-produk hasil penelitian.

Strategi ini dijalankan Indonesia melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan membangun Gedung Inkubator Tekhnologi di Cibinong Science Center, Bogor, Jawa Barat. Pembangunannya dimulai Jumat pagi (11/5) dengan peletakan batu pertama secara simbolis.

Teknopolis atau technology park, sebutan gedung ini, telah didirikan di beberapa negara. Selain sebagai gedung berbasis tekhologi, Teknopolis juga jadi jembatan interaksi antara institusi penelitian dan akademisi dengan pihak industri.

Menurut Kepala LIPI Lukman Hakim, strategi penting dalam meningkatkan daya saing nasional adalah dengan memperpendek kesenjangan interaksi antara institusi penelitian dengan pihak industri. Namun, hal ini mengalami kendala dalam hal proses alih teknologi dari institusi sebagai pusat keilmuan kepada pengguna akhir.

Untuk mengatasinya, kata Deputi Jasa Ilmiah LIPI Fatimah Padmadinata, diperlukan sistem ketatalaksanaan yang tepat antara sumber iptek dan pengguna menurut format efektif dalam berkomunikasi. “Science and Technology Park merupakan salah satu jawaban untuk mengurangi permasalahan ini,” kata Fatimah.

Dalam Teknopolis ideal, terdapat inkubator teknologi dan harus memberikan asistensi untuk menghindari tiga kendala utama. Yakni dana inkubasi, riset, dan informasi untuk membentuk sebuah idustri skala kecil berbasis teknologi.

National Geographic Indonesia

Sumber :  National Geographic Indonesia

CEO Microsoft: Tunggu Kehebatan Windows 8


CEO Microsoft: Tunggu Kehebatan Windows 8

Sistem operasi Windows 8 menjadi salah satu komoditi IT yang paling hot dan begitu dinanti pada akhir tahun 2012 ini.

Seakan ingin memancing rasa penasaran user, CEO Microsoft Steve Ballmer menyatakan bahwa Windows 8 akan hadir dengan kemampuan mumpuni dan memberi rasa baru dalam menggunakan komputer.

“Windows 8 akan semakin cepat dan bakal memberikan user experience yang lebih segar,” ujarnya yang hadir melalui video di acara Hewlett-Packard Global Influencer Summit di Shanghai, China.

“OS ini nantinya bakal menyambangi PC, tablet, dan perangkat lainnya,” imbuh Ballmer, yang terlihat begitu bersemangat dalam rekaman video tersebut.

Bocoran Windows 8 sendiri kabarnya sudah disampaikan ke pihak vendor PC. Mereka pun lantas memberikan feedback untuk dilakukan pengembangan kembali oleh Microsoft jika memang dirasa kurang.

Para vendor PC ini juga dikatakan Ballmer telah menyiapkan perangkat yang siap dibenamkan Windows yang user interface-nya bergaya metro tersebut.

“Kami selalu menjaga hubungan baik dengan vendor PC. Termasuk untuk Windows 8 ini yang akan memberikan user pengalaman luar biasa,” sambungnya

Memang, Ballmer tidak menyebut kapan tanggal peluncuran Windows 8. Namun konon, waktu yang dinanti itu adalah bulan Oktober.

“Ketika produk ini sudah keluar secara resmi, kami akan langsung pula memberikannya kepada vendor PC,” pungkasnya.

Adobe Rilis Varian Paket Creative Suite 6


Adobe Rilis Varian Paket Creative Suite 6

Adobe telah merilis Creative Suite 6. Dan kini, software tersebut sudah tersedia bagi para penggiat foto, videografer, desainer hingga web developer melalui situs dan dealer resmi mereka.

Dibundling dalam 4 paket, CS6 menawarkan upgrade fitur untuk Photoshop dan Photoshop Extended, InDesign, Illustrator, Dreamwaver, Adobe Premiere Pro, After Effetcts, Flash Professional dan lain-lain.

Dalam CS6 ini, software video Prelude dan SpeeGrade juga memulai debutnya.

Dalam waktu yang bersamaan, Adobe juga mengumumkan layanan berlangganan Creative Cloud, di mana akan dirilis pada 11 Mei 2012.

“Kami telah melihat antusiasme pada CS6 dan Creative Cloud sejak diumumkan pada 23 April lalu dan kini kami tidak ingin konsumen menunggu lebih lama lagi,” ujar Scott Morris, Senior Marketing Manager Adobe seperti dilansir 9to5Mac, Senin (7/5/2012).

Adobe Creative Suite sendiri berjalan di atas sistem yang berbeda. Umumnya, pengguna harus memakai Mac OS X 10.6 atau 10.7 untuk menjalankan Adobe CS6. Namun dengan sistem Intel dan RAM 1 GB hingga 8 GB juga ideal.

Kemudian untuk di Windows, pengguna disarankan untuk memakai prosesor Intel Premium 4 atau AMD Athlon 64, Microsoft Windows XP dengan Service Pack 3, atau Windows 7 dengan Service Pack 1 yang memiliki RAM antara 1 GB dan 8 GB.

Berikut adalah varian produk dan harga yang dirilis Adobe:

Sumber : Detikinet