5 Negara dengan Jejak Lingkungan Terbesar di Dunia


5 Negara dengan Jejak Lingkungan Terbesar di Dunia

Data dari Global Footprint Network (GFN) menunjukkan betapa manusia di seluruh dunia menggunakan sumber daya lebih dari yang bisa diberikan Bumi. Angka lebih tepat disebutkan oleh World Wildlife Fund (WWF) dengan menyatakan manusia menggunakan 50 persen sumber daya lebih dari yang bisa dihasilkan Bumi tiap tahunnya. Dengan perhitungan ini, di tahun 2030, butuh satu Bumi lagi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Untuk mengingatkan betapa besarnya “biaya” yang harus ditanggung Bumi untuk menghidupi manusia, GFN merilis daftar lima kota dengan jejak lingkungan terbesar di dunia. GFN berharap dengan perhitungan ini, bisa dijadikan patokan dalam penerapan kebijakan agar tidak terjadi eksploitasi alam secara berlebih.

5. Amerika Serikat
Jika seluruh warga di dunia hidup layaknya warga AS, maka sumber daya tahunan Bumi akan habis pada Maret 2012, demikian pernyataan dari GFN. Penyebab utama tingginya emisi karbon ini adalah gaya hidup warga AS. Mereka lebih menyukai perjalanan darat, kurang nyaman dengan transportasi publik, dan tuntutan pertumbuhan energi.

AS, bersama Afganistan, Andora, dan Sudan Selatan, merupakan negara yang menolak ratifikasi Protokol Kyoto. Padahal, protokol ini merupakan kunci perubahan lingkungan di Bumi karena bertujuan melawan pemanasan global yang sedang terjadi.

4. Denmark
Percaya atau tidak, negara kecil seperti Denmark menghasilkan emisi karbon sebesar setengah dari AS. Denmark meninggalkan “jejak” lingkungan terbesar dari tuntutan jumlah lahan pertanian. Karena banyaknya konsumsi daging secara perkapita di Denmark, negara Skandinavia ini harus mengimpor gandum dalam jumlah besar. Saking besarnya, hingga tiap orang di Denmark membutuhkan lahan sebanyak dua hektare untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jumlah ini 2,5 kali lebih banyak dari luas tanah yang dimiliki Denmark miliki.

3. Uni Emirat Arab
Dubai, kota terbesar di Uni Emirat Arab, masuk peringkat ketiga dalam daftar jejak lingkungan terbesar dari GFN. Kota bagi 1,5 juta penduduk ini menghidupi mal terbesar di dunia dan resort ski indoor dengan pembakaran gas alamnya. Meski demikian, UEA dipuji karena memiliki rencana jangka panjang dalam hal produksi energi terbarukan. Salah satunya rencana pembangunan energi tenaga surya sebesar 1-gigawatt.

2.Kuwait
Sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia, wajar jika kemudian harga bahan bakar minyak sangat murah di Kuwait. Berbanding terbalik dengan pendapatan perkapita Kuwait yang mencapai US$41.690 dan tercatat sebagai yang tertinggi keempat di dunia.

Tingginya pendapatan dan murahnya BBM membuat transportasi publik sangat kurang di negara ini. Kendaraan pribadi menjadi satu-satunya alat mobilitas warga Kuwait. Data GFN menyebut, rata-rata orang di Kuwait menggunakan sumber daya 22 kali lebih banyak dari yang bisa disediakan negara itu untuk kebutuhan per orang.

1.Qatar
Emisi karbon perkapita dari Qatar adalah yang tertinggi di dunia dan tiga kali lipat dari yang dihasilkan AS. Jika semua orang di Bumi hidup seperti warga Qatar, maka Bumi butuh lima kali sumber daya dari yang dimilikinya saat ini.

Apa yang membuat Qatar memuncaki daftar ini? Jawabannya karena penggunaan energi minyak yang sangat tinggi di Qatar. Warga diberikan pasokan listrik dan air secara gratis. Tiap tahunnya, permintaan energi meningkat sebanyak tujuh persen. Kebanyakan untuk menghidupi peralatan produksi gas atau pun listrik untuk mengaktifkan penyejuk udara.
Sumber: National Geographic News