Perban Serat Pati dapat Larut Pada Kulit


Perban Serat Pati dapat Larut Pada Kulit

Tenun serat pati yang diolah menjadi perban dapat larut pada kulit dan diserap oleh tubuh. Teknologi ini dapat menghilangkan sengatan dan kesulitan saat melepas perban tersebut. Menurut peneliti dari Penn State, selain untuk perban, serat pati juga dapat digunakan sebagai tissue, serbet, dan produk biodegradable lainnya.

Peneliti melarutkan serat pati menjadi cairan dan kemudian memutarnya menjadi untaian panjang yang dapat ditenun menjadi tikar. Untuk mengubahnya menjadi benang tipis, para peneliti menambahkan pelarut yang dapat memudahkan serat pati itu untuk terpisah.

Pelarut memungkinkan struktur molekul dari serat pati itu terjaga. Lalu perangkat electrospinning digunakan untuk mengubahnya menjadi untaian panjang. Serat kemudian ditenun ke dalam berbagai bahan, mulai dari kertas hingga perban.

Jika digunakan sebagai perban, serat akan berubah menjadi glukosa yang kemudian diserap oleh tubuh manusia. Menurut pemimpin penelitian, Lingyan Kong, tidak ada lagi membuka perban dengan paksa.

Serat ini juga bisa melayani fungsi di mana bahan polimer lain biasanya digunakan. Penelitian yang didukung oleh U.S Department of Agriculture ini tengah dalam proses pengesahan hak paten.
Sumber: popsci

Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Coba Dimunculkan Kembali


Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Coba Dimunculkan Kembali

Konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara dinilai mengalami kebekuan saat ini. Justru yang terjadi di Indonesia adalah pengagungan pada konsep pendidikan negara barat yang cenderung eksploitatif dan berorientasi pasar.

Hal ini berbanding terbalik dengan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Ia menerapkan memanusiakan manusia dengan tiga filosofi yang dikembangkan yakni nasionalistik, naturalistik, dan spiritualistik. Demikian disampaikan Ketua Panitia Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan, Kunjana.

“Dunia pendidikan di Indonesia pada akhir-akhir ini mulai mengalami kegamangan. Pasalnya, pendidikan nasional masih mencari-cari model pendidikan kebangsaan yang membangun karakter bangsa. Padahal karakter ini sudah kita miliki,” ujar Kunjana dalam konferensi pers Jumat (4/5).

Kegamangan inilah, lanjutnya, yang menyebabkan cita-cita Indonesia untuk membangun manusia yang merdeka jiwa dan pikirannya mulai kabur. Pendidikan pun hanya dimaknai sebagai teknik managerial sekolah dan menitikberatkan nilai-nilai kuantitatif akademik-kognitif semata.

“Banyak lulusan yang tidak sesuai dengan karakter bangsa. Di antaranya minim rasa kepekaan sosial, rasa kebangsaan, tepa slira,” kata Kunjana.

Sejarahwan dari Universitas Gadjah Mada, Sutaryo pun tak menampik bila pendidikan di Indonesia lebih berorientasi pada barat. Ia mengatakan bahwa konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara perlu dimunculkan untuk mencapai pendidikan ideal sesuai karakter bangsa.

“Salah satu konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara diaplikasikan lewat rumusan Pancasila. Mengamalkan Pancasila dengan baik dan benar bisa menghasilan manusia berbudaya yang cocok dengan bangsa Indonesia,” katanya.

Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan akan dilaksanakan di UGM pada 7-8 Mei 2012 dengan pembicara Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan dan Bidang Pendidikan, Gubernur DIY, serta Dirjen Pendidikan Tinggi. Kongres tersebut juga dihadiri oleh beberapa perguruan tinggi baik negeri dan swasta di Indonesia.

Sutaryo yang juga menjadi Ketua Panitia Pengarah mengatakan, rekomendasi yang diharapkan dalam konggres tersebut adalah filofosi pendidikan, ideologi, kebijakan pendidikan, serta aplikasi pendidikan.

Sumber : National Geographic Indonesia

Implan Mata Bionik Sembuhkan dari Kebutaan


Implan Mata Bionik Sembuhkan dari Kebutaan

Anda pasti ingat dengan serial televisi The Six Million Dollar Man dengan implan mata bioniknya. Kini mata bionik menjadi kenyataan dengan pemasangan mikrochip di belakang mata.
Adalah Chris James, warga Inggris yang merasakan mukjizat. Setelah satu dekade mengalami kebutaan, implan mata bionik menyebabkannya kembali bisa melihat.

Sekarang James mampu melihat bentuk maupun cahaya dengan microchip di bagian belakang matanya, dekat retina. Mikrochip 3 mm persegi ini dipasang di Universitas Oxford, dan bekerja setelah tiga pekan.

“Setelah sepuluh tahun dalam kegelapan, tiba-tiba terjadi ledakan cahaya terang,” katanya. Ia kemudian berharap pandangannya dapat menafsirkan apa yang ditunjukkan microchip dengan semakin baik.

James merupakan adalah satu dari dua pria Inggris yang pandangannya sebagian telah dipulihkan dengan implan retina perintis. Pria Inggris yang lain, Robin Millar, produsen musik yang paling sukses di Inggris, juga bernasib sama. Millar mengatakan ia telah bermimpi melihat warna untuk pertama kalinya.

Keduanya telah kehilangan penglihatan mereka karena kondisi retinitis pigmentosa (RP), akibat sel-sel fotoreseptor pada belakang mata secara bertahap berhenti bekerja.

Kisah mereka kini membawa harapan kepada 20 ribu warga Inggris dengan kondisi retinitis pigmentosa. Ini juga membawa harapan kepada setengah juta warga lain yang kondisi matanya terkena degenerasi makula, sebuah kerusakan pada inti retina.

Untuk memasang microchip tersebut, James menjalani operasi sepuluh jam di Rumah Sakit Mata Universitas Oxford. Operasi dilakukan untuk memasukkan lapisan microchip tipis di bagian belakang mata kirinya. Tiga minggu kemudian pasca operasi, microchip tersebut dihidupkan.

“Saat itu saya tidak tahu berharap apa, tapi saya mendapat flash dalam mata saya, Ini rasanya seperti seseorang mengambil foto dengan lampu kilat dan saya tahu saraf optik saya masih bekerja,” tutur James.

Microchip tersebut memiliki 1.500 piksel sensitif cahaya yang mengambil alih fungsi dari batang dan kerucut fotoreseptor retina.

Perangkat tersebut dibuat oleh Retina Implant AG dari Jerman, yang menghubungkan daya nirkabel yang ditanamkan di belakang telinga. Perangkat ini terhubung ke sebuah unit baterai eksternal melalui piringan magnetik pada kulit kepala.

Sensor cahaya akan dikonversi ke sinyal elektrik, kemudian sel dalam retina sebelum diproses dalam sebuah gambar. Pengguna dapat mengubah sensitivitas perangkat dengan tombol pada unit tersebut.

Dengan teknik ini, pandangan secara gradual kembali, dan memungkinkan pengguna melihat sesuatu dari jarak 20 kaki.

Salah satu tes pertama yakni melihatkan sebuah piring putih dan cangkir pada latar belakang hitam.

“Butuh waktu bagi otak saya untuk menyesuaikan diri dengan apa yang ada di depan saya. Tapi saya bisa mendeteksi kurva dan skema objek-objek ini,” kata James, yang bekerja untuk Swindon Council.

Ketiga ahli yang menjalankan percobaan ini yaitu Tim Jackson, seorang konsultan ahli bedah retina di College Hospital King dan Robert MacLaren, profesor ophthalmologi yang juga konsultan ahli bedah retina Universitas Oxford di Rumah Sakit Mata Oxford. Mereka mengatakan percobaan tersebut telah melampaui harapan dengan pasien sudah menggunakan kembali penglihatan mereka.

Kini, lebih dari sepuluh warga Inggris dengan RP akan dilengkapi dengan implan, yang juga sedang diuji di Jerman dan Cina.

“Sulit untuk mengatakan berapa banyak manfaat yang akan didapatkan setiap pasien, perawatan perintisan ini adalah pada tahap awal,” kata Jackson

“Meski ini merupakan langkah yang menarik dan penting ke depan, banyak dari mereka yang menerima perawatan ini telah kehilangan pandangan mereka selama bertahun-tahun. Dampaknya, mereka melihat lagi, bahkan jika perangkat tersebut bukan pandangan normal, bisa mendalam dan pada waktu yang singkat bergerak,” kata Jackson.

“Sejak beralih pada perangkat ini, saya dapat mendeteksi cahaya dan membedakan skema objek,” ucap Millar, yang mengalami kebutaan selama 25 tahun dalam album bukunya “Diamond Life Sade”.

“Saya bahkan telah memimpikan warna yang sangat jelas untuk pertama kalinya dalam 25 tahun. Jadi bagian dari otak saya yang telah tidur kini terbangun. Saya merasa ini sangat menjanjikan dan saya senang bisa berkontribusi terhadap warisan ini,” ungkapnya. | Sumber : DailyMail 

Jaringan Otak dapat Hindari Macet di Jalan


Jaringan Otak dapat Hindari Macet di Jalan

Jaringan otak dapat menghindari macet pada persimpangan jalan paling padat dengan berkomunikasi pada frekuensi berbeda. Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Washington, St. Louis, Amerika Serikat, Universitas Pusat Medis Hamburg-Eppendorf, Jerman, dan Universitas Tübingen telah mempelajari kinerja otak ini.
“Kondisi neurologis dan psikologis cenderung melibatkan masalah dengan sinyal dalam jaringan otak,” ujar penulis Maurizio Corbetta, MD.

“Meneliti aktivitas struktur temporal otak dapat membantu memahami kondisi penyakit kejiwaan dengan penanda struktural yang langka, seperti depresi dan skizofrenia,” kata profesor bidang Neurologi di Universitas Washington ini.

Ilmuwan yang mempelajari jaringan otak mengatakan bagian-bagian otak bekerja sama menghasilkan gambar yang melacak aliran darah. Mereka berasumsi peningkatan aliran darah ke bagian otak menunjukkan peningkatan aktivitas sel otak bagian itu.

Pencitraan resonansi magnetik yang dihasilkan tadi tidak dapat melacak aktivitas sel otak secara langsung. Cara ini juga tidak dapat menelusuri aktivitas pada frekuensi yang lebih besar dari 0,1 hertz setiap 10 detik.

“Kami tahu beberapa sinyal otak memiliki siklus tinggi dengan 500 hertz atau 500 kali per detik,” ujar Corbetta.

Studi terbaru ini menggunakan teknik analisis aktivitas otak pada 43 sukarelawan yang sehat.

“Kami menemukan jaringan otak berdetak pada frekuensi yang berbeda, seperti jam berdetik pada kecepatan yang berbeda,” ujar penulis Universitas Pusat Medis Hamburg-Eppendorf dan Universitas Tübingen, Jerman, Joerg Hipp, PhD.

Jaringan otak yang sangat bergantung dengan waktu ini mirip dengan jadwal rute penerbangan maskapai yang berbeda satu sama lain. Saling tumpang tindih, tapi berdetak pada tingkat yang berbeda.

“Pada masa depan akan ada tes terbaru untuk mendiagnosa dan memonitor efektivitas intervensi pada kondisi gangguan mental.

Sumber : Eurekalert.org.

Dinosaurus Penyebab Perubahan Iklim


Dinosaurus Penyebab Perubahan Iklim

Walaupun tidak sepenuhnya salah dinosaurus, makhluk raksasa ini punya andil dalam perubahan iklim. Menurut ilmuwan, makhluk raksasa purba ini menghasilkan banyak sekali gas dalam perutnya.
Herbivora raksasa sauropods menjadi penjahat utama karena jumlah besar tanaman hijau yang telah dikonsumsinya.

Profesor Universitas St Andrews, Skotlandia, Graeme Ruxton mengatakan hewan raksasa ini selama 150 tahun berkontribusi menghasilkan gas pemanasan global, metana.

Tim menghitung secara kolektif binatang purba ini memproduksi lebih dari 520m ton metana per tahun, lebih dari yang dihasilkan sumber metana pada era modern.

Ilmuwan memperkirakan jumlah yang sangat besar ini dengan mudah dapat menghangatkan bumi. Bahkan, perubahan iklim sangat dahsyat yang terjadi menjadi senjata makan tuan bagi dinosaurus. Mereka punah karena gas yang dihasilkan sendiri.

Salah satu hewan, argentinosaurus seberat 90 ton mengonsumsi sekitar setengah ton makanan dalam sehari.

Setelah makanan dicerna, perut binatang ini akan menghasilkan ribuan liter gas rumah kaca. Jumlah yang sangat besar apabila dibandingkan dengan sapi masa kini yang hanya memproduksi 200 liter gas metana setiap hari.

Metana 20 kali lebih efektif dalam memerangkap panas di atmosfer daripada karbon dioksida (CO2). Gas ini dibuat dari berbagai sumber alami dan hasil kegiatan manusia. Tempat pembuangan sampah, gas alam, sumber minyak bumi, dan kegiatan pertanian dapat menjadi penghasil gas metana.

Para ilmuwan menyebutkan manusia telah mendorong peningkatan gas naik 2,5 kali lebih tinggi dari kadar yang seharusnya. Kenaikan ini bertanggung jawab pada 20 persen pemanasan global modern.

Sapi dan ternak lainnya saat ini menghasilkan 100m ton metana dalam setahun. Menurut Profesor Ruxton dan rekan penelitinya, David Wilkinson dari Universitas John Moores Liverpool, Inggris, ini hanya seperlima dari yang dihasilkan dinosaurus.

“Bahkan, kalkulasi kami menemukan dinosaurus menghasilkan lebih banyak metana dibanding sumber modern. Baik dari gabungan sumber alami dan manusia,” ujar Wilkinson seperti dikutip dari laman

Sumber : Dailymail.co.uk.

Angry Birds Bisa Dimainkan di Timeline Facebook


Angry Birds Bisa Dimainkan di Timeline Facebook

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berkat penambahan fitur ‘Share and Play’, para penggila Angry Birds di Facebook kini bisa memainkan game ‘burung ngamuk’ di Timeline jejaring sosial tersebut.
Dalam postingan blognya, si pembesut Angry Birds Rovio menyebutkan kedua fitur itu tak hanya memungkinkan game dibenamkan dan dimainkan di Timeline Facebook tetapi juga di blog atau halaman web si pengguna.

“Kami sangat gembira menjadi salah satu developer yang menghadirkan gameplay langsung ke feed Facebook, Tumblr, WordPress atau halaman web apapun yang diinginkan pengguna untuk berbagi dan bermain Angry Birds bersama teman,” kata Rovio.

Dilansir GMA News, Senin (7/5/2012), untuk menggunakan fitur ‘Share and Play’ pemain harus memainkan Angry Birds di Facebook dan mendapatkan skor bagus yang ditandai dengan perolehan tiga bintang atau mahkota dan membaginya kepada teman.

Pemain bisa mengklik ‘Share’ untuk memposting level yang dicapainya di Timeline Facebook atau mengklik ‘Embed’ untuk memunculkan kode HTML dan link untuk menyertakannya (embed) di blog atau website.

“Mainkan level Angry Birds secara langsung di Timeline, blog atau halaman web. Tak perlu menginstal aplikasi, langsung saja melempar burung-burung,” kata Rovio.

Sumber lain yang dikutip dari Mashable menyebutkan, fitur ini juga memungkinkan pemain menantang teman untuk mengalahkan rekor tertinggi mereka.

Energi Fosil Boros Rp366 Triliun


Energi Fosil Boros Rp366 Triliun

Laporan dari International Ergonomics Association (IEA) 2012 mengatakan bahwa proses perubahan energi fosil menjadi energi terbarukan membutuhkan Rp459 triliun. Untuk memotong efek gas rumah kaca diperlukan investasi berbagai bentuk energi bersih yang baru.

Selama delapan tahun ke depan, manusia akan mengeluarkan uang untuk energi terbarukan yang berguna untuk memelihara Bumi. Dalam kurun waktu itu, manusia akan menghabiskan uang untuk energi bersih sebesar Rp459 triliun.

Namun, hal ini adalah penghematan jika dibandingkan dengan penggunaan energi fosil dengan selisih Rp366 triliun dalam jangka waktu yang sama. Perhitungan IEA menyebutkan, jika manusia tidak menggunakan energi fosil selama lebih dari delapan tahun, maka Bumi ini akan menjadi cantik kembali.

Dalam situs cleantechnica disebutkan bahwa melindungi industri energi fosil sudah tidak dapat diharapkan lagi karena pemborosannya dan akibat dari penggunaannya. Dana sebesar Rp366 triliun dapat digunakan untuk menggantikan energi fosil yang harus sudah hilang pada tahun 2020.
Sumber: cleantechnica

Seribuan Burung Mati Misterius di Pantai Peru


Seribuan Burung Mati Misterius di Pantai Peru

Sekitar 1.000 burung mati di pantai Peru. Sebagian besar adalah burung Pelikan. Tak hanya burung, lumba-lumba juga mati secara misterius di pantai itu.
Bangkai burung dan lumba-lumba itu berceceran di pantai Pasifik utara yang dekat dengan Ibukota Peru, Lima. Pantai itu biasanya selalu padat oleh wisatawan.

Sebenarnya, masa liburan di Peru telah berlalu. Namun, paantai itu tetap menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun internasioal, yang ingin berselancar.

Menurut laman BBC, Minggu 6 Mei 2012, Kementerian Kesehatan Peru telah meminta masyarakat setempat untuk tidak mendekati pantai hingga peringatan itu dicabut. Masyarakat diminta mengenakan sarung tangan, masker, dan perlengkapan pengaman lainnya saat memegang bangkai burung atau pun lumba-lumba.

Saat ini, proses penyelidikan peristiwa misterius itu tengah berlangsung. Dari pemeriksaan sementara, sejumlah lumba-lumba itu mati karena terserang virus. Epidemi virus serupa memang pernah mewabah di Peru pada masa lalu. Virus ini membunuh binatang yang ada di pantai Peru, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Namun, hingga saat ini dinas kesehatan Peru belum mengetahui penyebab matinya ribuan burung di Peru itu. Salah satu teori yang bisa menjelaskan kemungkinan penyebab kematian burung-burung itu adalah pergeseran arus laut yang menyebabkan banyak ikan menjauh dari garis pantai. Sehingga burung-burung itu tak mendapatkan makanan sama sekali.

Sumber : Vivanews

Fakta dan Mitos Seputar Supermoon


Fakta dan Mitos Seputar Supermoon

Bulan penuh jelang tengah malam. Selanjutnya akan muncul penuh selama berjam-jam di kedua sisi. Bulan akan berjarak sangat dekat dari planet kita. Pengamat langit pun mendapat suguhan spesial bulan yang lebih besar dan terang bernama supermoon
Istilah supermoon sebenarnya mendeskripsikan situasi bulan penuh, ketika bulan pada jarak yang paling mendekati Bumi pada orbit yang bukan lingkaran.  Pendekatan yang disebut perigee ini, menempatkan bulan di 221.802 mil (356.955 kilometer) jauhnya.

Supermoon yang muncul pekan ini, 14 persen lebih besar dan 16 persen lebih lebih cerah daripada rata-rata bulan purnama. Fenomena langit memang selalu menarik dan menyimpan misteri, termasuk mitos-mitos yang muncul. Ingin tahu apa saja fakta dan mitos seputar supermoon ini? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari Live Science.

Tampak Lebih Besar
Fakta : Para ilmuwan tidak tahu mengapa, tapi bulan tampak lebih besar bagi kita ketika mendekati cakrawala. Sebenarnya, itu hanya dalam pikiran kita. Anda dapat membuktikan itu ilusi. Peganglah penghapus pensil, atau benda kecil lainnya, di lengan panjang dan membandingkannya dengan ukuran bulan saat naik. Lakukan hal yang sama saat bulan penuh. Anda akan menemukan tidak ada perbedaan.

Merusak Bumi
Fakta: Tarikan gravitasi di Bumi saat bulan lebih dekat, dan ketika bumi, bulan dan matahari berjalan seiring saat bulan purnama. Begitu juga saat supermoon, yang akan meningkatkan aktivitas tektonik tapi tak akan merusak Bumi.

“Bulan dan matahari melakukan tekanan pada bumi sedikit, dan ketika kita melihat seksama, kita dapat melihat peningkatan yang sangat kecil dalam kegiatan tektonik ketika semuanya sejajar,” jelas John Vidale, ahli gempa dari University of Washington di Seattle.

Lebih Terang Meteor  

Fakta : Hujan meteor eta aquarid mencapai puncaknya akhir pekan ini. Tetapi, supermoon akan bersinar lebih cemerlang dari semuanya. Hanya kalah terang dari bintang jatuh.

Foto Terlihat Besar
Fakta : Jangan terkejut dulu jika Anda melihat beberapa foto bulan purnama yang tampaknya beberapa kali ukuran normal, menjulang di atas gunung atau di antara pepohonan. Itu hanya efek menggunakan lensa tele atau teleskop.

Supermoon memang selalu menimbulkan sensasi. Tapi, faktanya fenomena bulan purnama atau apapun sebutannya selalu indah untuk dinikmati. Selamat mengamati keindahan alam!

Sumber : Vivanews

2017, Tablet Android ‘Gerogoti’ iPad


2017, Tablet Android ‘Gerogoti’ iPad

Di pasar tablet kedigdayaan iPad memang tidak terbantahkan. Sebagian besar tablet yang beredar saat ini sudah pasti menggunakan iPad. Namun hal tersebut tidak akan bertahan sampai lima tahun lagi.
Lembaga riset NPD memperkirakan bahwa pangsa Apple di ruang tablet akan berkurang menjadi 50 % pada 2017. Sementara perangkat berbasis Android dan Windows akan menggergoti mulai tahun 2014.

NPD memperkirakan bahwa pasar tablet secara keseluruhan akan membengkak dari 81,6 juta unit pada tahun 2011 menjadi 424,9 juta unit pada 2017.

Laporan ini mencatat bahwa pengiriman tablet di seluruh dunia akan melampaui notebook pada tahun 2016 didorong oleh serangkaian peningkatan fitur, keragaman sistem operasi dan kapasitas produksi.

“Sejauh ini tablet masuk kategori produk yang relatif muda, pasar tablet PC telah didominasi oleh Apple dan cenderung mencakup sejumlah produk bersaing yang sama dikonfigurasi untuk iPad,” kata Analis NPD Richard Shim, yang detikINET kutip dari Apple Insider, Minggu (6/5/2012).

“Namun, karena pesaing iPad menjadi lebih baik menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen dan menemukan peluang untuk merintis jalan baru, kami berharap lanskap untuk berubah secara dramatis, memberikan konsumen lebih banyak pilihan, yang akan mendorong permintaan untuk lebih banyak perangkat,” tambahnya.

NPD memperkirakan bahwa pangsa Apple akan berada di kisaran 72,1 % pada 2012 menjadi 50,9 % pada 2017. Sementara Android dan Windows akan tumbuh dari 22,5 % menjadi 40,5 % dan 1,5 % menjadi 7,5 %.

Sumber : Detikinet