Populasi Terus Turun, Koala Terancam Punah


Populasi Terus Turun, Koala Terancam Punah

Australia telah mendaftarkan koala sebagai salah satu spesies yang terancam punah. Populasi koala yang terus menurun di sejumlah negara bagian menjadi alasannya.
Menteri Lingkungan Australia, Tony Burke, mengatakan populasi koala di Queensland, New South Wales, dan Australian Capital Territory (kawasan ibukota) menjadi wilayah makin sedikitnya jumlah koala.

Namun, para ahli konservasi meminta deklarasi itu harus diterapkan secara nasional, dan hanya di sejumlah negara bagian saja.

Koala yang merupakan hewan yang hanya ada di Australia selama ini dianggap masuk ke marsupial, dan bukan beruang. Hewan yang dianggap lucu dan menggemaskan ini hanya makan daun dari pohon eucalyptus dan mampu tidur hingga 20 jam per hari.

Tapi hingga saat ini belum jelas mengenai data populasi koala. Sejumlah prediksi menyebut koala berjumlah ribuan, hingga maksimal 43.000 ekor. Di New South Wales dan Queensland angka populasi ini tercatat terus menurun hingga 40 persen sejak tahun 1990.

Ikon Penting

Tony Burke mengatakan koala terdaftar sebagai spesies terancam punah, “berdasarkan perhitungan ilmiah yang dilakukan komite yang berurusan dengan hewan terancam punah”.

“Kami membicarakan suatu spesies yang tak hanya ikonik di Australia, tapi juga terkenal di dunia. Spesies yang mendapat pukulan secara telak selama 20 tahun dan kami tak bisa menunggu lebih lama lagi sebelum lebuh tersudutkan, saat ilmuwan telah memberikan bukti (terancam punah),” ucap Burke.

Memang tidak semua negara bagian menyebut koala terancam punah. Misalnya di Victoria dan South Australia. “Jumlah koala tercatat signifikan di penjuru negeri, saat populasi koala menurun drastis di wilayah lain. Ada populasi besar, stabil, bahkan meningkat di sejumlah negara lain,” tutur Burke.

Meski begitu, Deborah Tabart dari lembaga Australian Koala Foundation percaya seharusnya ada perlindungan terhadap koala di seluruh wilayah Australia.

“Koala penting karena menjadi ikon pariwisata dan simbol bernilai bagi Australia,” kata Deborah Tabert.

Sumber : BBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s