Pemuda Ini Keliling Dunia Mencari Dinosaurus


Pemuda Ini Keliling Dunia Mencari Dinosaurus

Pembuat film dokumenter asal Missouri, Amerika Serikat mencari bantuan dana dari investor untuk membiayai ekspedisi di Afrika. Pemuda ini ingin mendokumentasikan flora dan fauna yang belum pernah ditemukan. Pemimpin ekspedisi, Stephen McCullah ini berharap dapat bertemu dinosaurus dalam keadaan hidup.
McCullah akan menjelajah Kongo, Afrika. Tempat ini dipilih karena menjadi rumah makhluk purba serupa dinosaurus, Mokèlé-mbèmbé. Reptil dengan panjang 11 meter ini memiliki kulit keabuan dan leher panjang yang fleksibel. Penduduk lokal percaya hewan ini hidup di gua sekitar sungai. Binatang buas ini sanggup memangsa gajah, kuda nil, dan buaya.

McCullah meminta donasi US$27 ribu melalui laman Kickstarter.com. Dana ini akan digunakan sebagai biaya perjalanan Ekspedisi Newmac.

“Kami tidak berharap langsung menemukan bukti konkrit wujud Mokèlé-mbèmbé pada ekspedis pertama. Tapi, kami berharap selama tiga bulan pertama ada bukti yang dapat menunjukkan keberadaannya apabila memang hidup di sana,” urai McCullah seperti dikutip dari laman Life’s Little Mysteries.

McCullah telah mempelajari cara menangkap binatang raksasa dalam keadaan hidup.

“Kami akan membawa senapan pembius. Tapi, masih banyak faktor yang harus diantisipasi apabila binatang seperti Mokèlé-mbèmbé tidak bisa dilemahkan dengan  dibius,” imbuhnya.

Pemimpin ekspedisi ini akan menggunakan berbagai teknologi mutakhir untuk membantunya melacak keberadaan hewan purba ini.

“Kami akan menggunakan citra satelit, kamera perekam jejak, kamera thermal untuk melacak binatang, dan sonar untuk pencarian di air keruh,” ujar McCullah.

Permohonan dananya di Kickstarter telah mencapai US$16,146. Proyek ini akan terjadi apabila biaya yang diinginkan tercapai pada 11 Mei.

Produk Microsoft Diblokir di Jerman


Produk Microsoft Diblokir di Jerman

Pengadilan di Mannhein Jerman memutuskan bahwa Motorola melanggar paten yang dimiliki Motorola Mobility. Atas putusan ini, Microsoft pun dilarang untuk menjual konsol Xbox 360 dan sistem operasi Windows 7 dari pasar Jerman.
Hakim Holger Kircher menyebut Microsoft melanggar kesepakatan dengan Motorola, dalam menggunakan software video-compression dalam sejumlah produk. Ini termasuk yang ada di Windows 7 dan Xbox.

Minggu lalu, hakin di Komisi Perdagangan Internasional juga menyebut Microsoft melanggar paten Motorola Mobility untuk teknologi koneksi internet nirkabel (wireless internet connection) dan video compression to speed transmission.

Kasus Mannheim ini juga terkait dengan perang paten besar-besaran, yang sedang diperjuangkan Apple, Microsoft, dan produsen perangkat yang menggunakan sistem operasi Android buatan Google.

Sebelumnya, seperti dikutip Reuters, pengadilan Jerman pernah memaksa Samsung untuk menghentikan penjualan Galaxy Tab 10.1. Ini dilakukan setelah pengadilan memutuskan Galaxy Tab melanggar paten Apple.

Sejumlah perusahaan teknologi memang telah menginvestasikan miliaran dolar untuk menambah portofolia patennya. Dengan demikian, koleksi paten ini bisa dipakai untuk menyerang atau bertahan, dalam perang paten yang mereka lakukan. Motorola Mobility yang memiliki banyak paten juga saat ini masih dalam proses peralihan setelah diakuisisi Google.

Berdampak Kecil

Hasil putusan pengadilan hari ini diprediksi tidak terlalu berpengaruh bagi Microsoft. Sebab, operasi perusahaan yang didirikan Bill Gates ini sudah mulai berpindah dari Jerman ke Belanda. Ini memang dilakukan Microsoft sebagai antisipasi putusan pengadilan yang merugikannya.

“Motorola dilarang untuk melakukan langkah apapun dari putusan hari ini. Dan bisnis kami di Jerman akan lanjut seperti biasa selagi kami banding putusan ini dan meminta isu yang lebih mendasar terkait janji yang tak ditepati Motorola,” demikian pernyataan Microsoft terkait putusan pengadilan.

Saat ini Microsoft berada di peringkat tiga pangsa pasar sistem operasi. Microsoft yang hanya menguasai 5 persen pangsa pasar kalah oleh sistem operasi Android milik Google dan iOS milik Apple.

Sumber : Vivanews

Supermoon Dapat Sebabkan Gempa


Supermoon Dapat Sebabkan Gempa

Pakar astrologi Richard Nolle memberi julukan bulan raksasa sebagai “Supermoon”. Momen ini terjadi ketika bulan purnama dalam kondisi 90 persen.

Posisi bulan saat itu lebih dekat dengan bumi. Peristiwa ini akan terjadi Sabtu, 5 Mei ini.

Beberapa spekulasi menyebutkan efek bulan raksasa ini pada bumi. Supermoon yang terjadi pada 10 Januari 2005 diduga menyebabkan gempa berujung tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004. Gempa tersebut terjadi 14 hari sebelum perigee bumi dan bulan terjadi.

Supermoon juga terjadi ketika Jepang mengalami gempa 8.9 SR pada 19 Maret 2011. Delapan hari sebelumnya, puncak kedekatan bumi dengan bulan (perigee) terjadi. Apakah akan terjadi gempa dahsyat lagi bertepatan dengan kehadiran supermoon kali ini?

Pakar astronomi dan dosen David Reneke menyatakan ada penyebab yang meningkatkan ketakutan manusia dibanding kiamat yang akan datang.

“Jika Anda mencoba, Anda dapat merunut secara kronologis hubungan bencana alam apa saja terhadap apa yang terjadi di langit malam, komet, planet, matahari,” ujarnya.

Pada masa lalu, susunan planet diperkirakan akan menarik matahari hingga terbagi dua. Pada kenyataannya tidak terjadi.

“Prediksi saya terhadap efek supermoon hanya sebatas ombak pasang saja,” ujar Reneke seperti dikutip dari Wvoutpost.com.

Sekolah Bahasa Inggris Online No.1 Di Dunia


Sekolah Bahasa Inggris Online No.1 Di Dunia

Seiring dengan pesatnya perkembangan globalisasi, kemahiran bahasa Inggris semakin mutlak diperlukan di masa yang akan datang. Kemajuan teknologi terbukti mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk itu. Dengan misi “mengatasi kesenjangan bahasa, budaya dan wilayah geografis yang memisahkan kita”, EF English First sebagai lembaga pendidikan dengan kekhususan bahasa Inggris memperkenalkan Englishtown, sebuah sekolah bahasa Inggris online yang menawarkan pelayanan sistem pembelajaran bahasa Inggris melalui internet (E-learning). EF Englishtown memberikan berbagai kemudahan belajar bahasa Inggris bagi anda yang mempunyai mobilitas tinggi dan memerlukan efisiensi waktu. EF Englishtown menawarkan kursus online dan kelas langsung yang dipimpin oleh guru penutur asli bahasa Inggris. Karena kursus ini berlangsung dengan cara online, peserta kursus dapat belajar bahasa Inggris dimana saja dan kapan saja.

Kelebihan utama EF Englishtown terletak pada metodologi pengajaran dimana kelas-kelas dapat diakses dan berlangsung online setiap jam, kapan saja dan dimana saja.”so every hour there’s a new class starting and all schedule depend your own level”, seperti dituturkan oleh Elliot Davernas, Country Manager EF Englishtown Indonesia. Untuk percakapan, ada dua jenis kelas yang tersedia yaitu belajar secara privat dengan guru penutur asli bahasa Inggris dan belajar dalam grup maksimal 5 orang setiap grupnya. Selain itu terdapat juga unit “self-study”, di sini pelajaran dimulai dengan video pendek sebagai ilustrasi percakapan sehari-hari yang diperankan oleh penutur asli bahasa Inggris. Percakapan dalam video pendek ini memuat kosa-kata dan tata bahasa secara natural, sehingga peserta dapat membiasakan diri dengan percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris. Metode pengajaran ini telah diakui secara luas, terbukti dari berbagai penghargaan yang telah diterima seperti Silver Winner of Best online or distance learning programme dari E-learning award, Distinction winner dari The Communicator Awards dan lain-lain.

Informasi lebih lanjut, akses langsung ke http://www.englishtown.com atau datang langsung ke Booth Englishtown expo “English Fight” di lantai LG mall Senayan City dari tanggal 30 April sampai 6 Mei 2012.

Populasi Terus Turun, Koala Terancam Punah


Populasi Terus Turun, Koala Terancam Punah

Australia telah mendaftarkan koala sebagai salah satu spesies yang terancam punah. Populasi koala yang terus menurun di sejumlah negara bagian menjadi alasannya.
Menteri Lingkungan Australia, Tony Burke, mengatakan populasi koala di Queensland, New South Wales, dan Australian Capital Territory (kawasan ibukota) menjadi wilayah makin sedikitnya jumlah koala.

Namun, para ahli konservasi meminta deklarasi itu harus diterapkan secara nasional, dan hanya di sejumlah negara bagian saja.

Koala yang merupakan hewan yang hanya ada di Australia selama ini dianggap masuk ke marsupial, dan bukan beruang. Hewan yang dianggap lucu dan menggemaskan ini hanya makan daun dari pohon eucalyptus dan mampu tidur hingga 20 jam per hari.

Tapi hingga saat ini belum jelas mengenai data populasi koala. Sejumlah prediksi menyebut koala berjumlah ribuan, hingga maksimal 43.000 ekor. Di New South Wales dan Queensland angka populasi ini tercatat terus menurun hingga 40 persen sejak tahun 1990.

Ikon Penting

Tony Burke mengatakan koala terdaftar sebagai spesies terancam punah, “berdasarkan perhitungan ilmiah yang dilakukan komite yang berurusan dengan hewan terancam punah”.

“Kami membicarakan suatu spesies yang tak hanya ikonik di Australia, tapi juga terkenal di dunia. Spesies yang mendapat pukulan secara telak selama 20 tahun dan kami tak bisa menunggu lebih lama lagi sebelum lebuh tersudutkan, saat ilmuwan telah memberikan bukti (terancam punah),” ucap Burke.

Memang tidak semua negara bagian menyebut koala terancam punah. Misalnya di Victoria dan South Australia. “Jumlah koala tercatat signifikan di penjuru negeri, saat populasi koala menurun drastis di wilayah lain. Ada populasi besar, stabil, bahkan meningkat di sejumlah negara lain,” tutur Burke.

Meski begitu, Deborah Tabart dari lembaga Australian Koala Foundation percaya seharusnya ada perlindungan terhadap koala di seluruh wilayah Australia.

“Koala penting karena menjadi ikon pariwisata dan simbol bernilai bagi Australia,” kata Deborah Tabert.

Sumber : BBC

Cina Luncurkan Dua Satelit Navigasi Beidou


Cina Luncurkan Dua Satelit Navigasi Beidou

Cina kembali memperlihatkan kemajuan di bidang teknologi antariksa. Dua satelit diluncurkan negeri itu untuk melengkapi navigasi dan posisi jaringan satelitnya di luar angkasa.

Mengutip laman BBC, dua satelit yang diluncurkan itu akan membawa sistem Beidou. Sistem yang kini berjumlah 13 satelit ini akan beroperasi menjangkau seluruh kawasan Cina.

Untuk memiliki jangkauan global, Cina pun menargetkan akan memiliki 35 satelit di tahun 2020. Dengan satelit Beidou ini, Cina berharap tidak lagi bergantung kepada US Global Positioning System.

Sama seperti sistem GPS ala Amerika Serikat, sistem Cina didesain untuk memungkinkan penggunanya tahu posisi mereka. Beidou yang juga dikenal sebagai “Kompas”, telah dikembangkan untuk kepentingan militer dan sipil.

Dua satelit itu diluncurkan Senin pagi kemarin di Pusat Peluncuran Satelit Xichang, barat daya provinsi Sichuan. Berdasarkan laporan Xinhua, satelit itu dibawa roket Long March-3B.

“Dua satelit akan membantu untuk meningkatkan tingkat akurasi Beidou atau sistem Kompas,” tulis pernyataan Pusat Peluncuran Satelit Xichang, seperti ditulis Xinhua.

Proyek Rusia dan Eropa

Dengan peluncuran ini, Beidou menjadikan Cina negara ketiga di dunia yang memiliki sistem navigasi sendiri. Dua negara lain adalah musuh bebuyutan ketika Perang Dingin berlangsung, Amerika Serikat dan Rusia.

Rusia sendiri memiliki 31 jaringan satelit Glonass yang mengorbit. Namun hanya 24 yang beroperasi. Empat satelit sudah tidak digunakan, satu dalam masa uji coba, sedangkan dua yang lain dalam perbaikan.

Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan Rusia merencanakan untuk menginvestasi US$ 694 juta untuk sistem Glonass di tahun ini. Deputi Perdana Menteri Vladislav Surkov juga pernah mengatakan lebih dari 300 miliar Rouble atau US$ 10,2 miliar dianggarkan untuk pengembangan Globass, yang akan mengaktifkan operasional 30 satelit di tahun 2020.

Eropa juga dikabarkan sedang membangun sistem navigasi yang dinamakan Galileo. Saat ini Galileo memiliki dua satelit yang mengorbit, yang diluncurkan Oktober tahun lalu. Dua satelit lain masih dalam jadwal untuk diluncurkan dalam beberapa tahun mendatang.

Proyek luar angkasa Komisi Eropa merencanakan akan mengorbitkan 26 satelit Galileo di akhir tahun 2015.

Perilaku Gunung Api di Indonesia Berubah


Perilaku Gunung Api di Indonesia Berubah

Kepala Pusat  Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMB, Surono, mengatakan perilaku gunung api di Indonesia banyak yang mengalami perubahan. Gunung api alami perubahan dari perkiraan waktu letusan, maupun sisi keaktifan.

Di antara gunung api yang berubah tersebut  adalah Gunung Merapi, Kelud,  Sinabug,  Guntur, dan Lokon.

“Perubahan pola perilaku ini memang ada yang mengatakan terkait dengan gempa Aceh 2004 lalu, yang memengaruhi peningkatan aktivitas di dunia,” ujar Surono, seusai Paparan Riset Gempa dan Gunung Api Indonesia di Kantor COREMAP LIPI, Jakarta Pusat, Selasa 1 Mei 2012. Surono sendiri tidak memungkiri hal tersebut.

Surono melanjutkan, Gunung Kelud dan Gunung Merapi menjadi perhatian karena berdasarkan pantauan dan penelitian, dua gunung itu mengalami perubahan pola aktivitas. “Kelud sekarang ekslusif dan Merapi kini magmanya sudah terisi kembali,” tambah lelaki yang akrab dipanggil Mbah Rono ini.

Surono juga mengaku kaget dengan perubahan dari aktifitas Gunung Lokon yang dinamis. Sebelumnya, Surono memprediksikan Gunung Lokon akan lama meletusnya. Namun prediksinya meleset, tanggal 26 April aktivitas gunung tersebut meningkat lagi.

“Lokon siklus meletusnya dua sampai empat tahun,” ucapnya.

Surono menambahkan bahwa letusan gunung api di masa lalu juga bukan menjadi patokan bagi letusan di masa mendatang. Untuk mengantisipasi perubahan pola aktivitas gunung api di Indonesia, pihaknya akan terus intensif memantau perkembangan gunung api.

Hasil riset tersebut merupakan hasil kerjasama antara peneliti LIPI, Kemenristek, Japan Science and Technology (JST), Japan International Cooperation Agency (JICA).

Diunduh 50 Juta Kali, Angry Birds Space Torehkan Sejarah


Diunduh 50 Juta Kali, Angry Birds Space Torehkan Sejarah

Angry Birds Space besutan Rovio menorehkan rekor sejarah mobile game yang paling cepat pertumbuhannya, saat game terbaru dari sekumpulan ‘burung-burung penuh amarah’ itu mencatatkan angka download 50 juta kali hanya dalam waktu 35 hari sejak dirilis 22 Maret 2012.

Rekor ini menjadi prestasi tersendiri bagi Rovio. Penantian setahun lamanya sejak menghadirkan Angry Birds Rio, yang juga dirilis 22 Maret (2011), terbayar sudah. Animo orang untuk memainkan game penghancur ‘para babi’ ini belum surut.

Seperti detikINET kutip dari TechCrunch, Selasa (1/5/2012), Peter Vesterbacka yang membidani Angry Birds, berjanji tak akan membuat para fans-nya menunggu terlalu lama untuk edisi game berikutnya. Tahun ini dijanjikan akan ada empat game baru yang siap terbit dari pengembang game asal Finlandia tersebut.

Sumber : Detikinet